Dark/Light Mode

Minta Perusahaan Migas Pake Produk Valve Lokal

Produsen Pede Kualitas Lebih Bagus Dari Impor

Senin, 1 November 2021 06:50 WIB
Ilustrasi Migas. (Foto: istimewa).
Ilustrasi Migas. (Foto: istimewa).

 Sebelumnya 
Kunjungan tersebut dimaksud­kan sebagai upaya penjajakan sekaligus pemantauan langsung produsen valve, dalam menerapkan aturan wajib nilai TKDN rata-rata ditargetkan mencapai sebesar 43,3 persen pada 2020.

Manager Project Interface and Integration KPI Agung Eka Pur­nawan mengatakan, di industri usaha pendukung migas, terutama sektor valve (katup), TRK dinilai sudah mampu membangun produk dan menciptakan desain sendiri.

Agung menegaskan, KPI mengikuti aturan yang diamanatkan PP Nomor 29 Tahun 2018. Di mana perusahaan harusmeningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Baca juga : Biar Makin Murah, Tahun Depan Toyota Produksi Lokal Mobil Listrik

“Itu kenapa kami mengajak semua dari pimpinan proyek, tim pemeliharaan kilang, asosiasi dan pendukung lainnya, untuk melihat langsung bagaimana manufaktur penunjang migas lo­kal ini diproduksi. Apakah benar muatan lokalnya lebih banyak atau tidak,” jelasnya.

Dengan kunjungan ini, kata Agung, pelaku industri migas bisa melihat bahwa kemampuan produk dalam negeri tidak kalah dengan asing. Diharapkannya, TRK mampu menciptakan pasar yang lebih luas.

“Karena kalau sudah lihat langsung produksinya seperti apa, maka sebuah project ketika didesain bisa mempertimbang­kan produk dalam negeri. Dan setelah melihat TRK, sangat bisa dan telah memenuhi syarat TKDN,” ucap Agung.

Baca juga : Mantap, Kawasan Malioboro Terapkan QR Code PeduliLindungi

Menyoal ini, Direktur Eksekutif Gabungan Asosiasi Usaha Penunjang Energi dan Migas (Guspen Migas) Kamaluddin Hasyim menyatakan, pihaknya mempunyai misi untuk memperkenalkan Pertamina Group kepada produsen lokal penunjang migas.

Kamal juga menyoroti kecenderungan industri migas lebih me­milih produk impor ketimbang lo­kal. Lantaran beranggapan produk impor adalah barang bagus. Pada­hal belum tentu seperti itu.

“Saya berani diadu dan di-compare antara produk dalam danluar negeri, belum tentu yang lebih unggul itu dari impor. Italia saja sebagai negara gudang valve, mereka malah membelinya dari Indonesia,” tandas Kamal. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.