Dewan Pers

Dark/Light Mode

SWI Ingatkan Masyarakat Kenali Dan Waspadai Pinjol Ilegal

Rabu, 3 Nopember 2021 20:46 WIB
Ketua  Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing. (Foto: Ist)
Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain menutup 116 entitas pinjaman online (pinjol) ilegal, Satgas Waspada Investasi (SWI) juga menghentikan tujuh kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang.

Ketujuhnya, juga diduga melakukan duplikasi, atau mengatasnamakan entitas yang berizin, sehingga berpotensi merugikan masyarakat.

Berita Terkait : Mobilitas Masyarakat Tinggi, Wapres Minta Semua Waspada

"Masyarakat harus berhati-hati terhadap penawaran investasi melalui media Telegram karena ditemukan merupakan penawaran investasi yang ilegal," imbau Ketua SWI Tongam L Tobing dalam keterangan resmi, Rabu (3/11).

Tongam merinci, dari tujuh entitas, enam di antaranya diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang. Keenamnya berupa kegiatan forex, aset crypto dan robot trading. Sementara satu entitas lagi, kegiatan pengelolaan investasi tanpa izin.

Berita Terkait : HNW Ingatkan Pembukaan UUD Tidak Bisa Diubah

SWI juga menyampaikan, terdapat satu entitas yang dinormalisasi, yaitu Luminesia.com. Entitas itu, telah membuktikan, kegiatannya bukan merupakan investasi ilegal.

SWI pun mengimbau masyarakat untuk memahami beberapa hal sebelum melakukan investasi. Pertama, memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan.

Berita Terkait : Tari Saman Pukau Masyarakat Lebanon Di Downtown Beirut

Kedua, memastikan pihak yang menawarkan produk investasi, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

Dan ketiga, masyarakat harus memastikan, jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya, telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. [DWI]