Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kadin: Pengusaha Komitmen Bangun Energi Terbarukan Di Daerah 3T

Kamis, 4 Nopember 2021 22:38 WIB
PT Charta Putra Indonesia dan PT TBS Energi Utama Tbk menandatangani MoU untuk membangun Timor contoh pulau energi terbarukan nasional di Glasgow, Rabu (3/11). (ANTARA/HO-Kadin Indonesia)
PT Charta Putra Indonesia dan PT TBS Energi Utama Tbk menandatangani MoU untuk membangun Timor contoh pulau energi terbarukan nasional di Glasgow, Rabu (3/11). (ANTARA/HO-Kadin Indonesia)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Komite Tetap Ketenagalistrikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Jaya Wahono mengatakan, pelaku usaha energi berkomitmen untuk mendukung pembangunan pembangkit listrik dari energi terbarukan di daerah-daerah terdepan, terpencil dan tertinggal (3T).

“Para pengusaha tertarik kepada pengembangan pembangkit listrik terutama untuk menggantikan PLTD yang mahal biaya pengoperasiannya dan sudah tidak sesuai dengan rencana Pemerintah Indonesia,” kata Jaya melalui keterangan resminya, Kamis (4/11).

Ketertarikan pengusaha, lanjut Jaya, terjadi karena Pemerintah telah berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dengan kemampuan sendiri, atau 40 persen dengan bantuan Internasional sebelum 2030.

Menurut Jaya, hal tersebut juga mendasari penandatanganan kerja sama di antara para pelaku usaha di sektor energi.

Berita Terkait : Kuntum Raisa Komitmen Ikut Majukan Olahraga Tanah Air

Salah satu bentuk nyatanya adalah penandatanganan MoU antara PT Charta Putra Indonesia (Clean Power Indonesia/CPI) dan PT TBS Energi Utama Tbk untuk membangun Timor contoh pulau energi terbarukan nasional.

Penandatangan tersebut, dilakukan oleh Direktur Utama CPI Jaya Wahono dan Head of Business Development TBS Dimas Adi Wibowo di sela sesi bincang-bincang di Pavillion Indonesia COP 26 di Glasgow, Rabu (3/11).

“Kami akan terus melakukan inovasi dalam pembangunan PLTBm berbasis masyarakat di Indonesia,  termasuk secara hybrid dengan tenaga surya, baterai, serta pembangkit listrik tenaga sampah skala-skala kecil,” kata Jaya.

Ia mengatakan, penjajakan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Pulau Timor telah dimulai sejak tahun 2018.

Berita Terkait : Pemerintah Gelar Pelatihan Energi Terbarukan Bersama Nepal Dan Madagaskar

Selanjutnya, bersama TBS, pihaknya akan mengembangkan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam konteks pulau (Island Electrification).

Upaya tersebut, kata Jaya, untuk memberikan sebuah model pembangkit listrik dalam ekosistem mikro atau minigrid bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia.

“Kerja sama CPI dengan TBS juga menyasar provinsi-provinsi lain di Indonesia terutama yang masih banyak menggunakan diesel,” ujar Jaya.

Sejak 2015, CPI telah membangun kelistrikan di sejumlah daerah 3T, meliputi pembangunan proyek percontohan PLTBm berbasis masyarakat pertama di Pulau Siberut, Sumatera Barat, dengan pendanaan hibah dari pemerintah Amerika Serikat melalui program Green Prosperity, MCA-Indonesia senilai 12,5 juta dolar AS.

Berita Terkait : Didalami KPK, Cara Pengusaha Rayu Bupati Banjarnegara Buat Dapat Proyek

Proyek tersebut diresmikan oleh Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada 17 September 2019 dan diharapkan menjadi contoh untuk meningkatkan akses listrik handal kepada masyarakat di daerah 3T, penurunan gas rumah kaca, penghematan subsidi negara melalui penggantian PLTD menjadi Pembangkit berbasis EBT, serta peningkatan kegiatan ekonomi lokal. [KPJ]