Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Awal pekan, rupiah loyo. Rupiah pagi ini dibuka melemah 0,3 persen ke level Rp 14.165 per dolar Amerika Serikat (AS) dibandingkan dengan penutupan Jumat (22/10) di level Rp 14.123 per dolar AS.
Mayoritas mata uang Asia juga melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang turun 0,14 persen, yuan China minus 0,10 persen, dolar Taiwan minus 0,09 persen, peso Filipina turun 0,06 persen, ringgit Malaysia melemah 0,03 persen dan dolar Hong Kong turun tipis 0,01 persen.
Baca juga : Jelang Akhir Pekan, Rupiah Tak Berkutik Lawan Dolar
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannyanya terpantau menguat 0,02 persen ke level 93,665. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro minus 0,23 persen ke level Rp 16.439, terhadap poundsterling Inggris juga turun 0,36 persen ke level Rp 19.443, terhadap dolar Australia turun 0,28 persen ke level Rp 10.548.
Analis Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan, hari ini pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sikap investor yang masih mengantisipasi proyeksi dampak dari pengurangan likuiditas, alias tapering dari bank sentral AS, The Federal Reserve.
Baca juga : Kemenpora Gelar Pekan Olahraga Tradisional Di Babel
“Terkait kapan rencana tapering ini bisa mendorong penguatan dolar AS dan menekan nilai tukar lainnya," jelas Ariston, di Jakarta, Senin (25/10).
Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi dampak dari inflasi tinggi di AS. Begitu pula dengan sentimen lain, seperti kenaikan harga komoditas, kasus Covid-19 global, hingga prospek pemulihan ekonomi dunia.
Baca juga : Wakil Ketua Umum KNPI Dukung Tiga Kubu Islah
Ariston memproyeksi,sepanjang hari ini rupiah cenderung melemah, dan akan bergerak di kisaran Rp 14.100-Rp 14.160 per dolar AS. [DWI]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya