Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ajak Petani Muda Berinovasi, Yayasan Inobu Gelar Youth Agripreneur Camp

Jumat, 5 Nopember 2021 13:18 WIB
Ilustasi petani milenial. (Foto: Istimewa)
Ilustasi petani milenial. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia merupakan negara agraris, yang artinya sektor pertanian memegang peranan penting bagi keseluruhan perekonomian nasional.

Hal ini terlihat dari jutaan tenaga kerja yang menghidupi dirinya dari sektor pertanian. Kementerian Pertanian menyebutkan di tahun 2020, luas lahan sawah di seluruh Indonesia mencapai 7,4 juta hektar.

Berita Terkait : Kemenpora Gelar Youth Creativepreneur Workshop

Menyoroti pentingnya penemuan inovatif berlandaskan teknologi bagi regenerasi petani muda di Indonesia, Yayasan Inobu, lembaga penelitian nirlaba Indonesia meluncurkan program akselerasi petani muda bernama Youth Agripreneur Camp (YAC).

Salah satu contoh potensi ekonomi dari komoditas pertanian bernilai tambah adalah kelapa. Menurut hasil penelitian Lawalata & Imimpia (2020), kelapa yang diolah menjadi kopra memiliki nilai tambah sebesar 42,62 persen.

Berita Terkait : Harap Pandemi Berakhir, Menteri Yasonna Gelar Doa Bersama Untuk Negeri

Rasio nilai tambah kelapa menjadi semakin tinggi yakni hingga 99.33 persen ketika diolah menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Persentase ini menunjukkan bahwa dari setiap Rp 100 nilai input kelapa yang diolah menjadi VCO, menghasilkan nilai tambah sebesar Rp 99,33.

Peningkatan ini mencerminkan peluang kapasitas industri pengolahan hasil pertanian dalam menciptakan nilai tambah. Belum lagi, jika VCO ini diolah menjadi bahan kosmetik.

Berita Terkait : Terima AMK, Bamsoet Ajak Kaum Muda Berinovasi Dan Berkreasi

Di sisi lain, setiap tahunnya, Indonesia memiliki ribuan lulusan mahasiswa dari program pertanian atau teknologi pertanian yang berpotensi untuk melahirkan inovasi di bidang agripreneurship.
 Selanjutnya