Dark/Light Mode

Mentan Syahrul Ajak Petani Muda Terapkan Teknologi Smartfarming

Jumat, 11 Juni 2021 20:32 WIB
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan alat pertanian kepada Petani Muda Keren Bali yang berasal dari Program BNI Peduli di Buleleng, Bali, Jumat (11/6)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan alat pertanian kepada Petani Muda Keren Bali yang berasal dari Program BNI Peduli di Buleleng, Bali, Jumat (11/6)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengajak petani muda bergiat menerapkan teknologi smartfarming dalam pengembangan budidaya pertanian.

Dengan menggunakan teknologi, petani akan lebih mudah dalam berbudi daya yang lebih efisien sekaligus meningkatkan akselerasi petani dalam menggenjot produksi.

"Petani Bali dan 'Petani Muda Keren' Bali adalah sesuatu lompatan yang kita coba lakukan untuk tidak saja membiarkan pertanian itu berjalan apa adanya sama dengan yang kemaren tidak berarti yang kemaren jelek tetapi kita harus ada loncatan untuk naik kelas dimasa pandemi ini," ujar Mentan pada acara Program Millenial Smartfarming di Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (11/6).

Berita Terkait : Kementan Luncurkan Aplikasi UPT Peternakan Dan Kesehatan Hewan

Mentan mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementan dalam menjamin produktifitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024.

"Hari ini pemuda millenial kita di Buleleng ini mencoba aplikasi bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) atau BNI yang kita support bersama dan ini sesuai arahan Bapak Presiden membangkitkan petani petani muda kita untuk bisa tertarik pada dunia pertanian, kita akan dorong ini," ujar Syahrul.

Di tempat yang sama, Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan pendapatan daerah Kabupaten Buleleng 64 persen bersumber dari sektor pertanian sehingga perlu terus dilakukan perbaikan tata guna pertanian yang baik sehingga pembagian lahan untuk pengembangan khusus hortikultura atau pertanian jelas dan menciptakan pertanian berkelanjutan.

Berita Terkait : Kunker Ke Sidrap, Mentan Syahrul Komitmen Garap Porang Jadi Komoditas Andalan

"Terima kasih Pak Menteri sudah sampai ke Buleleng dalam mendukung petani petani muda yang memiliki kapasitas dalam mengelola aktivitas proses bisnis pertanian dengan memanfatkan teknologi," ujar Agus.

Sementara itu, Ketua Komunitas Petani Muda Keren (PMK), Gede Agung Wedhatama mengaku penggunaan smartfarming dengan IoT men-support pertanian dari hulu sampai ke hilir.

"Terkait smartfarming ini kami memang dari petani muda keren mengempower, menstimulus teman teman kita untuk menggunakan IoT sebagai supporting aktivitas pertaniannya," ujar Agung.

Berita Terkait : Menhub Ajak Masyarakat Jadikan Sepeda Alat Transportasi Sehar-hari

Agung mengaku efisiensi bertani dengan penerapan smartfarming hampir 90 persen. Tidak hanya itu, aktivitas menyiram, memupuk, menyemprot biopestisida maupun hayati menjadi lebih murah dan efisien karena bisa dilakukan dari jarak jauh dan bisa lebih tepat sasaran.

"Harapannya smartfarming ini benar benar bisa menjadi solusi bagi petani kita, petani muda sehingga semakin banyak anak anak Bali yang semangat menjadi petani," pungkas Agung.

Turut hadir dalam acara ini Deputi 4 Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Mohammad Rudy Salahuddin, Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud beserta jajaran eselon 1 Kementan. [KAL]