Dark/Light Mode

Mengenal Latte Art, Seni Melukis di Atas Kopi

Jumat, 1 April 2022 09:15 WIB
Mengenal Latte Art, Seni Melukis di Atas Kopi

RM.id  Rakyat Merdeka - Bertempat di Excelso Central Park, Rabu (30/04) Ade Herlambang, Coffee Knight 2019 dari Kapal Api Global memberikan kelas perkenalan beserta tips penyeduhan kopi dan Latte Art yang baik. Latte art adalah seni menggambar suatu pola di atas kopi yang terdapat foam. Untuk membuat latte arti ini dibutuhkan keahlian khusus.

Sejarah latte art sendiri dikenalkan oleh David Schomer, pemilik Kafe Vivace, dimana pada tahun 1980-1990 ia mengembangkan microfoam yang kemudian digunakan untuk membentuk pola atau gambar pada kopi. Ide itu terus berkembang sehingga David dijuluki sebagai Bapak Latte Art.

Baca juga : Migor Mahal, Minyak Kelapa Bisa Jadi Alternatif

Ada tiga teknik untuk membuat Latte Art yaitu pouring, etching dan pattern. Belakangan bahkan muncul teknik baru yang dimulai di Jepang, yaitu 3 D. Biasanya barista bisa membuat hiasan 3 dimensi dari foam, misalnya ada dua kucing berpelukan dalam dua cangkir yang berdekatan. Pouring merupakan teknik menuang milk foam di atas kopi, etching adalah melukis di atas foam dengan bantuan coklat sirup, dan pattern teknik membentuk pola menggunakan alat cetak sesuai pola yang sudah dibentuk.

“Keahlian barista dalam membentuk tekstur foam menentukan hasil akhir, karena dalam membuat foam dan teknik pouring agak sulit serta perlu praktik yang banyak,” terang Ade Herlambang.

Baca juga : Anis Matta : Fenomena Antre Migor, Jangan Sampai Jadi Komoditas Politik

Komposisi terbaik untuk membuat latte art adalah paduan 1/3 kopi, 1/3 hot fresh milk UHT dan 1/3 foam. Rata-rata suhu untuk minuman jenis cappucino atau latte tidak boleh terlalu panas dengan suhu maksimal 80 derajat. “Karena jika lebih tidak akan membuat foam tapi lebih ke hot milk. Kalau tidak pas maka pola yang dibuat juga akan tenggelam,” ucap Ade Herlambang yang saat itu juga dibantu oleh Suwarno, Coffee Knight 2020.

Kopi espresso dipilih sebagai kanvas latte art. Penyeduhan atau browsing espresso biasanya dilakukan dengan mesin. Ciri espresso yang bagus menurut Ade yakni berwarna cokelat seperti hazelnut dan membentuk cream atau lapisan buih creamy berwarna cokelat kemerahan setebal 3-5 mm di permukaan. Jika tidak mempunyai mesin, bisa menggunakan cara manual tapi tanpa latte art. Proses pouring umum menggunakan pola hati sebagai dasar latte art dan bisa dikembangkan lagi sesuai bentuk yang diinginkan.

Baca juga : Jelang Lawan Madura United, Bruno Makin Pede Cetak Gol

Jika proses pouring telah selesai, selanjutnya pembuatan pola bisa melalui teknik etching dengan tusuk gigi. Atau jika menginginkan kreasi yang lebih artistik bisa menambahkan hiasan melalui coklat cair. Kesulitan utama bagi pemula adalah saat membuat foam dan pouring. Namun hal tersebut memang butuh keahlian khusus untuk memperoleh hasil sempurna. Industri saat ini juga menawarkan ragam mesin kopi yang bisa membuat latte art sendiri. Seperti Thermoplan BW4, yaitu mesin pertama yang menggantikan barista membuat latte art dengan pola dasar heart bentuk hati. [ARM]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.