Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Awarding Night Video Animas, Dorong Tumbuhnya Industri Kreatif di Tanah Air
Kamis, 21 Agustus 2025 20:37 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Malam Puncak Acara “Awarding Night Lomba Video Animasi” kolaborasi spesial antara INDOPOSCO X Universitas Budi Luhur (UBL) digelar di kampus Universitas Budi Luhur Jakarta, Selasa malam (19/8). Hadir pada kegiatan tersebut, Julian Bongsoikromo, perwakilan Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Agus Setyo Budi, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, Ph.D; Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Agustini Rahayu dan Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos, Syarif Hidayatullah.
Rektor Universitas Budi Luhur, Prof. Dr. Agus Setyo Budi M.Sc. mengatakan, lomba video animasi nasional 2025 mendorong tumbuhnya industri kreatif di Tanah Air. Selain itu, event ini juga mampu mengikis gap antara teori yang diterima mahasiswa di kampus dan kebutuhan industri. "Jadi lomba video animasi nasional 2025 ini menjadikan link and match lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri," kata Prof. Agus.
Ia mengingatkan kepada para peserta agar tidak berhenti di tingkat lomba video animasi nasional 2025 saja, akan tetapi harus terus berkarya. "Apa yang dilakukan hari ini untuk menatap masa depan. Ini hanya langkah awal, dan kegiatan ini harus dilakukan kontinyu," pesannya.
Baca juga : Harga Daging Tinggi, Asosiasi Dorong Penguatan Peran BUMN
Hal yang sama diungkapkan Komisaris Utama PT Indonesia Digital Pos Syarif Hidayatullah. Ia mengatakan, mahasiswa lulusan Teknologi Informasi harus mampu menguasai animasi. Lomba video animasi nasional 2025 ini, menurutnya, menjadi langkah awal para calon-calon animator Indonesia.
"Para peserta jangan berhenti di event ini. Ini hanya awal saja, lihat bagaimana film animasi Jumbo bisa menarik lebih dari 10 juta penonton, kedepan bisa melampaui karya Jumbo. Bukan saja di tingkat nasional tapi juga tingkat internasional," ungkap Syarif.
Di tempat yang sama, Staf Khusus Wakil Presiden RI, Achmad Adhitya, Ph.D mengatakan, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan, dirinya ingin sekali melihat kemampuan kampus-kampus dalam mengelola film animasi. "Pak Wapres ingin sekali melihat kampus-kampus mana yang memiliki laboratorium animasi. Insya Allah akan kita jadwalkan melihat laboratorium milik UBL," ujar Aditya.
Baca juga : AAMAI Dorong Industri Asuransi Lahirkan Inovasi Hadapi Tantangan Geopolitik
Ia menuturkan, ke depan industri digital dan AI akan berkembang pesat. Bahkan negara seperti Laos dan Kuba kini berlomba-lomba mengembangkan industri digital. "Ke depan ini (digital dan AI) akan jadi game changer. Jadi lomba video animasi nasional 2025 ini luar biasa, dan bisa menjadi awal untuk membangun ekosistem," tuturnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Media, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Agustini Rahayu mengatakan, potensi film animasi di Indonesia sangat besar, apalagi pascafilm Jumbo yang menarik lebih dari 10 juta penonton di Indonesia. "Sukses film animasi Jumbo menjadikan animator Indonesia semangat. Dan ini jadi titik terang industri animasi dan video di Tanah Air," jelasnya.
Agustini mengaku bangga dan mendukung program lomba video animasi nasional 2025. Apalagi tema lomba tersebut sesuai untuk mempersiapkan film animasi ke depan. "Kami siap mendukung terwujudnya ekosistem ekonomi kreatif. Sehingga film animasi kita banyak dan mendunia serta animator kita juga berdaya saing global," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya