Dewan Pers

Dark/Light Mode

Sistem Water-Cooled Pada Pendingun Udara Mampu mengurangi Penyebaran Covid-19

Senin, 21 Juni 2021 07:37 WIB
Sistem Water-Cooled Pada Pendingun Udara Mampu mengurangi Penyebaran Covid-19

RM.id  Rakyat Merdeka - Sirkulasi udara merupakan faktor penting untuk meminimalkan risiko penyebaran COVID-19 dan adopsi teknologi pintar memainkan peran penting dalam menciptakan sirkulasi udara yang baik dalam ruangan. Teknologi pintar dapat merekayasa dan mengelola sirkulasi udara dalam ruangan, serta mendukung efisiensi operasional.

“Sebuah laporan World Health Organization (WHO) mengkonfirmasi bahwa efektifitas sirkulasi dalam ruangan yang dikelola dengan baik dapat mengurangi risiko masalah kesehatan dalam ruangan dan mengurangi penyebaran virus. Teknologi Industri 4.0 dapat membantu mencapai 
hal tersebut. Manajemen cerdas dalam ventilasi dan filtrasi udara dapat mencairkan konsentrasi aerosol menular di udara yang disirkulasikan ulang,” jelas WengFei Ho, General Manajer Temperzone Singapura. 

Berita Terkait : Kadin Daerah: Panitia Munas Mesti Peka dengan Tingginya Kasus Covid-19

Menurutnya, Salah satu teknologi pintar dalam sirkulasi udara adalah solusi pendingin udara dengan sistem water-cooled. Sistem ini merupakan solusi dengan fleksibilitas tinggi dan paling cocok untuk tempat kerja saat ini dengan jam operasional yang bervariasi seperti gedung perkantoran, fasilitas operasi, dan pabrik. Sistem ini berbeda dengan sistem yang biasa digunakan yaitu chiller. Chiller merupakan sistem pendingin terpusat yang paling cocok bagi bangunan dengan jam operasional tetap seperti hotel dan supermarket. 

“Salah satu solusi pendingin udara kami dengan fleksibilitas tinggi adalah pendingin udara dengan sistem water-cooled yang mencakup paket pendingin dalam saluran mandiri yang efisien dan saling terhubung melalui sistem dengan siklus air tertutup. Setiap unit dapat diatur secara mandiri dan merespon beban pendinginan (cooling load) dari ruang yang beroperasi. Unit tersebut menolak panas dan diarahkan kepada putaran air untuk menyediakan mode pendinginan. Temperatur putaran air dipertahankan dalam jalurnya menggunakan menara pendingin air dengan rangkaian tertutup,” kata Ho. 

Berita Terkait : Anies: Jakarta Masuk Fase Genting Covid-19

Sistem water-cooled dapat secara efektif dan ekonomis menangani beban parsial serendah 3,5kW. Hal tersebut dapat terjadi pada gedung-gedung dengan penyewa yang beragam dan pabrik yang beroperasi lebih sedikit pada akhir pekan dan setelah jam kantor. Kapasitas tersedia hingga 101.6kW, sistem ini dirancang untuk beroperasi pada sumber listrik individual, mengeliminasi kebutuhan instalasi pembangkit pusat yang mahal. Sistem ini hanya membutuhkan pompa dan menara pendingin untuk beroperasi. Siklus air tersebut akan mensirkulasikan energi pada gedung secara efisien. Kapasitas atau efisiensi unit tidak terpengaruh oleh panjangnya siklus air. 

“Sistem unit mandiri ini mencegah percampuran udara antar ruangan - ketika suatu area terkontaminasi, area lainnya tidak akan terpengaruh. Solusi pendingin udara dengan fleksibilitas tinggi seperti ini seharusnya menjadi standar baru bangunan dalam pandemi COVID-19,” kata Key Account Manager Temperzone, Kok Boon Wam. 

Berita Terkait : Solidaritas Global Penting Untuk Perang Lawan Covid-19

“Sistem sirkulasi dan ventilasi udara yang dirancang dengan baik pada gedung-gedung yang didukung dengan teknologi pintar dapat mencegah kontaminasi udara dan meminimalisasi penyebaran virus dalam ruangan. Sistem pendingin dengan feksibilitas tinggi seperti sistem water-cooled dapat mencegah pemborosan energi dan menghemat biaya bagi operator dan pemilik bangunan,” tambah Wam. [ARM]