Dark/Light Mode

Menggali Potensi Sukses: Digitalisasi Produk Bandeng Presto Melalui KKN

Rabu, 19 Juni 2024 15:15 WIB
Bandeng Presto Bu Mur
Bandeng Presto Bu Mur

Oleh:

Barra Lugiva Laksona, Ranita Elsa, Nicky Fenky

Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Kontak: [email protected]


Pengantar

Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah menjadi salah satu metode penting dalam pendidikan tinggi, untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh di kelas ke tengah masyarakat. Salah satu proyek KKN yang berhasil dilaksanakan adalah digitalisasi dalam produksi bandeng presto. Kami mengeksplorasi dampak penerapan teknologi digital dalam produksi bandeng presto melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 02, Kelurahan Keputih. Tujuannya, untuk meningkatkan efisiensi produksi dan memperkenalkan inovasi dalam industri kecil menengah.

Melalui studi ini, kami menganalisis proses produksi tradisional, mengidentifikasi tantangan utama, dan mengusulkan solusi berbasis teknologi. Implementasi desain branding untuk pembaruan kemasan dan manajemen inventaris digital berhasil mengoptimalkan proses produksi, meningkatkan konsistensi produk, dan mengurangi waktu produksi secara signifikan. Selain itu, platform pemasaran daring memperluas jangkauan produk lokal ke pasar yang lebih luas.

Hasil penelitian menunjukkan, digitalisasi memainkan peran kunci dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing produk bandeng presto. Langkah ini tidak hanya meningkatkan pendapatan produsen lokal, tetapi juga memperkenalkan elemen teknologi ke dalam industri tradisional, membawa implikasi positif bagi perkembangan ekonomi dan masyarakat di Keputih.

Potret Kelurahan Keputih

Keputih sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. 

Baca juga : Hari Kedua di Mina, Jemaah Haji Lontar Jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah

Selain terdapat dua lokasi sentra wisata kuliner, yaitu Sentra Wisata Kuliner Deles dan Sentra Wisata Kuliner Convention Hall, di kelurahan ini juga terdapat komunitas pesisir yang kaya akan sumber daya perikanan, bahkan telah lama dikenal dengan produksi bandeng presto berkualitas tinggi. 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) telah menjadi salah satu instrumen penting dalam menghadirkan solusi inovatif dan pengembangan potensi lokal. Dalam konteks ini, program KKN telah diterapkan untuk meningkatkan industri bandeng presto di Keputih, dengan fokus utama pada penerapan teknologi digital dalam proses produksi.

Bandeng presto sebagai produk unggulan desa, memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian lokal. Namun, produksi yang masih mengandalkan metode tradisional, sering kali menghadapi kendala dalam segi efisiensi, konsistensi kualitas, manajemen stok, dan akses pasar yang terbatas. Program KKN yang diinisiasi bertujuan mengatasi tantangan-tantangan ini dengan menerapkan solusi berbasis teknologi.

Studi ini akan memperdalam pemahaman terhadap proses produksi bandeng presto di Desa Keputih, mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi para produsen lokal, serta merancang strategi inovatif berbasis teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing produk. Melalui upaya ini, penggunaan sensor suhu otomatis, manajemen inventaris digital, dan pemasaran daring diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan dalam menghadirkan transformasi positif pada industri bandeng presto di Keputih.

Dengan memperkenalkan dan mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses produksi tradisional, program KKN ini bukan hanya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan para petani dan pengusaha lokal, tetapi juga dapat menjadi contoh inspiratif bagi pengembangan industri perikanan di daerah pesisir lainnya. 

Selain itu, upaya ini diharapkan mampu memperkenalkan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa dan membawa perubahan positif dalam peningkatan kesejahteraan mereka.

Metode

Dalam pelaksanaan proyek in, dilakukan sejumlah metode, yaitu:

1. Identifikasi Kebutuhan dan Potensi Lokal

Pertama-tama, tim KKN melakukan identifikasi mendalam terhadap potensi lokal dan kebutuhan di Keputih terkait produksi bandeng presto. Ini melibatkan wawancara dengan para petani ikan, UMKM lokal, serta tokoh masyarakat untuk memahami proses produksi yang ada, hambatan yang dihadapi, dan peluang pengembangan.

2. Survei dan Analisis Terhadap Proses Produksi Bandeng Presto

Baca juga : Menikmati Soto Boyolali di Tanah Suci

Melalui survei lapangan, tim KKN mendokumentasikan secara rinci proses produksi bandeng presto yang sedang berlangsung di kelurahan tersebut. Ini mencakup pengamatan langsung terhadap proses pengolahan ikan, penggunaan peralatan tradisional, pengelolaan bahan baku, serta aspek-aspek lain yang terlibat dalam produksi.

3. Pemetaan Permasalahan dan Identifikasi Solusi Teknologi

Setelah analisis mendalam terhadap proses produksi, tim KKN mengidentifikasi permasalahan utama yang dihadapi oleh para produsen bandeng presto. Dari sini, solusi-solusi berbasis teknologi digagas, seperti pendistribusian yang terintegrasi untuk kontrol persediaan, penggunaan sistem manajemen inventaris digital untuk pemantauan stok bahan baku, perancangan identitas visual UMKM Bandeng Bu Mur di Keputih melalui media logo, kemasan, juga media promosi dan integrasi platform pemasaran melalui e-commerce untuk memperluas jangkauan produk.

4. Pengembangan dan Implementasi Solusi Digital

Langkah berikutnya adalah pengembangan prototipe atau sistem teknologi yang telah dirancang berdasarkan solusi-solusi yang diusulkan. Ini melibatkan pembuatan atau pengadaan perangkat keras dan perangkat lunak yang dibutuhkan serta proses implementasi di lapangan.

5. Evaluasi dan Penilaian Dampak

Pada tahap terakhir, dilakukan evaluasi terhadap implementasi teknologi yang telah dilakukan. Ini mencakup pengukuran efisiensi produksi, peningkatan kualitas produk, serta dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat Kelurahan Keputih sebagai hasil penerapan teknologi digital dalam produksi dan pemasaran bandeng presto.

Hasil dan Pembahasan 

Setelah melalu rangkaian metode, tim KKN menemukan sejumlah hasil berikut:

1. Menguatkan Branding

Identitas dan positioning yang unik dan tepat untuk konsumen target sasaran produk bandeng presto ini, khususnya yang bertempat tinggal di daerah RW 02 Keputih. Perancangan identitas visual Bandeng Presto Bu Mur ini telah disesuaikan dengan konsep visual yang ditentukan sebagai acuan dalam merancang logo dan kemasan, dengan menggunakan visual yang menyesuaikan produk, yaitu pada konsep logo berbentuk ikan bandeng.

Baca juga : Rendang Jadi Menu Bukber di London, Undangan Ketagihan dan Minta Bungkus

2. Manajemen Inventaris 

Penerapan sistem manajemen inventaris digital telah membawa perubahan signifikan dalam manajemen stok bahan baku. Penggunaan sistem ini mengurangi risiko kekurangan atau kelebihan stok, sehingga para produsen dapat mengelola persediaan dengan lebih efisien. Dalam kurun waktu yang diobservasi, terlihat peningkatan dalam penggunaan bahan baku yang tepat waktu dan optimal, mengurangi pemborosan sumber daya dan biaya produksi.

3. Pemasaran Daring dan Peningkatan Akses Pasar

Platform pemasaran daring yang diperkenalkan melalui program KKN ini telah membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk bandeng presto dari Keputih. Melalui media sosial, situs web, dan marketplace online, produk-produk lokal menjadi lebih mudah ditemukan oleh konsumen dari daerah lain. Terlihat adanya peningkatan jumlah pesanan dari luar desa, menunjukkan bahwa pemasaran daring efektif dalam memperluas jangkauan produk lokal.

4. Dampak Sosial dan Ekonomi bagi Masyarakat Lokal

Penerapan teknologi digital dalam produksi bandeng presto di Keputih telah membawa dampak positif secara sosial dan ekonomi. Para petani dan pengusaha lokal melaporkan peningkatan pendapatan karena efisiensi produksi yang lebih baik dan peningkatan permintaan produk. Selain itu, adanya pelatihan dan edukasi mengenai teknologi juga meningkatkan keterampilan dan pemahaman masyarakat terhadap peran teknologi dalam pengembangan usaha mereka.

Kesimpulan

Program KKN yang mengusung digitalisasi produksi bandeng presto di Keputih telah membawa dampak signifikan. Penerapan teknologi digital berhasil meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, dan akses pasar. Selain itu, inisiatif ini juga memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan pengetahuan teknologi masyarakat lokal.

Dengan demikian, kesimpulan dari program KKN digitalisasi dalam produksi bandeng presto di Keputih adalah, bahwa inovasi teknologi dapat menjadi pendorong utama dalam meningkatkan efisiensi, kualitas produk, akses pasar, serta kesejahteraan masyarakat lokal. Adopsi teknologi dalam sektor tradisional seperti industri perikanan membawa dampak positif yang signifikan bagi perkembangan ekonomi dan sosial masyarakat. (*)


Ranita
Ranita
ranita mahasiswa

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.