Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Agar Tak Parah Jika Tertular
Kakek Nenek Jangan Takut Divaksin Ya...
Selasa, 23 November 2021 07:02 WIB
Sebelumnya
Budi menilai, laju vaksinasi Covid-19 turun ini disebabkan banyak faktor. antara lain, masyarakat pilih-pilih vaksin. Banyak masyarakat yang ingin divaksin dengan Sinovac. Sementara yang kini banyak terse dia adalah AstraZeneca dan Pfizer.
Dijelaskan Budi, sebagian masyarakat khawatir dengan merk selain Sinovac. Soalnya, Sinovac sudah familiar digunakan sejak awal. Masyarakat diminta jangan khawatir. Malah, merk AstraZeneca dan Pfizer justru lebih tinggi tingkat efikasinya dibandingkan Sinovac.
Baca juga : Ada Revitalisasi, KCI Operasikan Bangunan Baru Di Stasiun Bekasi
“AstraZeneca dan Pfizer ini sama amannya, lebih tinggi tingkat efikasinya,”ucap Budi.
Yang juga dikhawatirkan sebagian masyarakat, adalah efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Baca juga : RSUD Sagaranten Segera Terima Pasien BPJS, Layanan Semakin Baik
Mantan Direktur Utama PT Inalum (Persero) ini menyatakan, vaksinasi memang menim bulkan efek samping. Tapi itu efek samping wajar dan normal. Tidak berbahaya. Biasanya, setelah divaksin memang ada demam.
“Itu sama seperti kita diimunisasi atau divaksin cacar dan lain sebagainya waktu kecil,” tuturnya. Justru, diingatkan Budi, siapa pun yang tidak divaksin bisa mengalami gejala parah saat terinfeksi Covid-19.
Baca juga : Sabar Dan Ikhtiar Ya..., Jangan Ikut-ikutan Abai Prokes
“Tidak usah ragu-ragu, jangan sampai lonjakan kasus Covid- 19 terjadi seperti di Eropa terjadi juga di Indonesia,” imbau mantan Wakil Menteri BUMN ini. [JAR/BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya