Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mendagri Kembali Ingatkan Daerah Percepat Realisasi Belanja

Rabu, 1 Desember 2021 08:59 WIB
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian
Mendagri, Muhammad Tito Karnavian

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan kembali kepada Pemerintah Daerah agar mempercepat realisasi belanja yang masih tersisa mengingat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021 akan segera berakhir. 
 
"Waktu tinggal 1 bulan ini seluruh pemda bisa memaksimalkan capaian target belanja yang sudah ditetapkan dalam APBD 2021," kata Mendagri dikutip Antara Selasa (30/11).
 
Tito menegaskan, bahwa percepatan realisasi belanja APBD merupakan salah satu arahan Presiden. Sama halnya dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), realisasi belanja APBD juga berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara nasional.
 
Alasannya, kata Mendagri, belanja daerah akan mendorong bertambahnya jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat. Dampaknya daya beli dan konsumsi di tingkat rumah tangga juga akan meningkat.
 
Selain itu, belanja APBD juga dapat menstimulus dunia usaha atau pihak swasta yang keuangannya tengah mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Keuangan Daerah (Keuda) per 25 November 2021, tren 3 bulan terakhir, yakni dari September, Oktober, dan November, total belanja daerah secara nasional sebesar Rp 814,54 triliun, atau 64,52 persen.
 
Angka itu masih di bawah total belanja daerah secara nasional pada tahun 2020 dalam kurun waktu yang sama, yaitu sebesar Rp 837,18 triliun atau 67,98 persen.
 
"Untuk belanja provinsi pada tahun 2021 sebesar Rp 270,58 triliun atau 69,59 persen, atau masih di bawah belanja provinsi pada tahun anggaran 2020 sebesar Rp 258,05 triliun atau 70,70 persen," kata Tito.
 
Selain itu, belanja kabupaten pada tahun 2021 sebesar Rp 444,02 triliun atau 62,58 persen, atau masih di bawah belanja kabupaten pada tahun 2020 yang mencapai Rp 474,34 triliun atau 66,92 persen.
 
Untuk realisasi belanja kota pada tahun 2021, baru mencapai Rp 99,94 triliun atau 60,89 persen. Capaian tersebut juga masih di bawah belanja pada tahun 2020 yang mencapai Rp 104,79 triliun atau 66,41 persen.
 
Mendagri menyebutkan, sejumlah provinsi yang realisasi belanjanya masih terbilang rendah, di bawah 70 persen, yakni Provinsi Papua, Sulawesi Barat, Papua Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Aceh, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara.
 
Kabupaten dengan realisasi belanja terendah, di bawah 50 persen, yakni Kabupaten Yalimo, Mamberamo Raya, Mahakam Ulu, Pegunungan Arfak, Raja Ampat, Kupang, Muna, dan Takalar.

Berita Terkait : Hadang Omicron, Kemenhub Tetapkan Syarat Ini Buat Pekerja Migran

Sementara itu, kota dengan realisasi belanja di bawah 50 persen, yakni Kota Ambon, Balikpapan, Tanjung Balai, Banda Aceh, Bandar Lampung, Sorong, Bandung, Kota Banjar, dan beberapa kota lainnya. [MFA]