Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pertama Di Serbia, ODICOFF Upaya Peningkatan Perdagangan Pertanian

Rabu, 1 Desember 2021 17:06 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat mengikuti gelaran ODICOFF di Serbia/Ist
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat mengikuti gelaran ODICOFF di Serbia/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah berhasil mendapatkan kontrak dengan nilai fantastis di Belanda, gelaran One Day with Indonesian Coffee, Fruits and Floriculture atau ODICOFF berlanjut ke Serbia. Gelaran ini merupakan kali pertama diselenggarakan di negara itu.

Duta Besar Indonesia untuk Serbia Chandra Widya Yudha menyatakan, pihaknya sangat menantikan event seperti ODICOFF.

“Event pertanian seperti ini sangat kami apresiasi dan kami dukung penuh sebagai upaya peningkatan perdagangan pertanian,” ujar Chandra. 

Pria kelahiran Jambi ini sangat mendorong adanya peningkatan kerja sama ekonomi kedua belah negara.

Berita Terkait : Kementan Tingkatkan Perdagangan Pertanian Dengan Serbia

“Kami berharap ODICOFF dapat memberikan dampak positif bagi hubungan bilateral Indonesia-Serbia,” harapnya.

Selanjutnya, perwakilan Kementerian Pertanian sekaligus penanggung jawab ODICOFF Serbia, Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto menyatakan, ODICOFF Serbia merupakan salah satu upaya peningkatan potensi ekspor komoditas pertanian di negara ini.

“Potensi pasar masih sangat luas. Kemarin kami mengunjungi 15th Ethnic Food and Drink Fair belum menjumpai komoditi pertanian khas tropis. Ini menarik karena perlu adanya pengenalan terhadap produk pertanian khas negara tropis kepada negara ini," ungkap pria yang akrab dipanggil Anton ini. 

Event ODICOFF yang dilaksanakan di Galerija, Serbia, ini mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat dan pelaku usaha setempat. Ini mencerminkan hasil pertanian Indonesia sangat diminati masyarakat di sini. Produk pertanian berupa kopi, buah dan aneka olahan pertanian, diharapkan mampu menjaring buyer untuk mengikatkan diri dalam kontrak kerja sama dagang dengan pelaku usaha di Indonesia. 

Berita Terkait : Peningktan Literasi Tidak Boleh Setengah Hati

“Target kami adalah peningkatan ekspor yang menjadi arahan Bapak Menteri Pertanian, yaitu Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks),” jelas Anton.

Dia juga mengajku, pihaknya sebagai jembatan pelaku usaha Indonesia dengan pembeli.

“Kami membawa contoh produk beserta informasi kontak pelaku usaha yang diharapkan terjadi business matching antarpelaku usaha,” tutur Anton. 

Wulan dari PT Techno Taiba Artemis yang ikut dalam rombongan delegasi, misalnya, berhasil mendapatkan kontrak dengan potensi pasar Rp 83,42 miliar atau setara dengan 5,82 juta dolar AS.

Berita Terkait : ODICOFF Belanda, Kementan Catat Kontrak Dagang Pertanian Rp 208,08 Miliar

“Kami mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara kegiatan karena dengan ini kami mendapat kontrak bisnis dan potensi pasar ekspor komoditas pertanian," terangnya. 

Dalam satu hari penyelenggaraan, tercatat keseluruhan kontrak pada saat event berlangsung sejumlah 13 Letter of Intent (LOI), dengan potensi penjualan sebesar Rp 105 miliar atau setara 7,33 juta dolar AS (kurs 29/11/2021 Rp 14.320/dolar AS).

Dalam event tersebut, turut hadir undangan dari kedutaan beberapa negara di Serbia di antaranya dari negara Maroko, Turki, Itali, Pakistan, Kamboja, Malaysia dan Montenegro. [KAL]