Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasus Omicron RI Bertambah 68, Tolong Jangan Egois, Tunda Dulu Plesiran Ke LN

Sabtu, 1 Januari 2022 13:55 WIB
Kasus Omicron RI Bertambah 68, Tolong Jangan Egois, Tunda Dulu Plesiran Ke LN

RM.id  Rakyat Merdeka - Kasus Omicron di Indonesia bertambah 68 orang pada Jumat (31/12), sehingga total kasus terkonfirmasi kini mencapai 136 orang.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmidzi mengungkapkan, 68 kasus baru berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. 11 diantaranya merupakan WNA.

“Semua kasus merupakan pelaku perjalanan luar negeri, dengan asal negara kedatangan paling banyak dari Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat," kata Nadia dalam keterangannya, Sabtu (31/12).

Berita Terkait : Gus Muhaimin: Ekonomi RI Diramal Kinclong, Tapi Ingat Jangan Berpuas Diri...

Dari 68 kasus baru Omicron tersebut, sebanyak 29 orang tidak memiliki gejala, 29 orang sakit dengan gejala ringan, 1 orang sakit dengan gejala sedang, dan 9 orang lainnya tanpa keterangan.

Berdasarkan data WHO dari hasil penghitungan prediksi peningkatan kasus akibat Omicron, dengan mempertimbangkan tingkat penularan dan risiko keparahan, Omicron berpotensi meningkatkan penambahan kasus yang cepat ketimbang Delta.

Namun, Omicron memiliki tingkat rawat inap atau ICU yang lebih rendah, dibanding Delta.

Berita Terkait : Plis Deh, Jangan Bandel Plesiran Ke Luar Negeri!

Atau dengan kata lain, varian Omicron memiliki tingkat penularan yang tinggi, namun dengan risiko sakit berat yang rendah.

Walaupun begitu, masyarakat tetap harus waspada karena situasi dapat berubah dengan cepat.

Karena itu, dalam rangka pencegahan dan pengendalian serta memastikan upaya mitigasi lainnya tetap berjalan, Nadia mengimbau masyarakat untuk menahan diri. Agar tidak bepergian ke negara-negara dengan transmisi penularan Omicron yang sangat tinggi.

Berita Terkait : Kasus Omicron Tembus 46 Orang, Luhut: Liburan Di Dalam Negeri Saja

“Jangan egois, harus bisa menahan diri untuk tidak bepergian dulu ke negara dengan transmisi penularan Covid-19 yang sangat tinggi seperti Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Amerika Serikat. Kita harus bekerja sama melindungi orang terdekat kita dari tertular Covid-19. Mari kita menahan diri” tegas Nadia. [HES]