Dark/Light Mode

Vaksin Moderna Dan Pfizer Lebih Keras

Menkes Tunggu Kajian Suntik Setengah Dosis Buat Booster

Rabu, 5 Januari 2022 07:15 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kemenkes)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Kemenkes)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berencana menerapkan setengah dosis (half dose) untuk suntikan ketiga vaksinasi alias booster Covid-19. Namun, rencana itu masih menunggu kajian Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, rencana itu muncul menyusul izin penerapan setengah dosis yang dikeluarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA). “Risetnya sedang dilakukan oleh ITAGI,” kata Budi, kemarin.

Suntikan setengah dosis berlaku untuk vaksin Moderna dan Pfizer. Sebab, kedua merek vaksin itu diduga lebih keras dan menimbulkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang lumayan.

Baca juga : Teken MoU, KAI Dan Perumnas Bangun Stasiun Baru Di Bogor

Eks Direktur Utama Bank Mandiri ini menyebut, jika hasil kajian ITAGI menunjukkan kemanjuran setengah dosis dan dosis utuh tak ada bedanya, maka Indonesia akan menerapkan setengah dosis.

Dengan begitu, Indonesia juga bisa mengamankan target booster dengan stok vaksinasi yang tersedia. Sebab, kita membutuhkan 230 juta dosis untuk booster. Namun, sampai saat ini, baru ada sekitar 113 juta dosis.

“Tim profesor dari ITAGI menyampaikan hasilnya 10 Januari,” imbuh pria yang disapa BGS ini.

Baca juga : Menkeu: Fungsi KTP Bisa Buat NPWP

Sebelumnya, Budi mengungkapkan, penyuntikan dosis ketiga akan dimulai 12 Januari, sesuai arahan Presiden Jokowi.

Mantan Direktur PT Inalum (Persero) itu mengatakan, vaksinasi dosis ketiga akan diberikan di 244 kabupaten/kota. Daerah-daerah itu telah memenuhi 70 persen vaksinasi dosis pertama dan 60 persen vaksinasi dosis kedua.

“Vaksinasi booster diberikan jangka waktunya 6 bulan setelah dosis kedua. Ada 21 juta sasaran di bulan Januari yang masuk dalam kategori ini,” imbuhnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.