Dark/Light Mode

LPDB-KUMKM Optimis Target Penyaluran Anggaran Syariah Tahun Ini Tercapai

Rabu, 12 Januari 2022 23:39 WIB
Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Ari Permana. (Foto: Ist)
Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Ari Permana. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (LPDB-KUMKM) akan memperkuat sinergitas dengan komunitas. Khususnya, koperasi berbasis syariah seperti Baitul Maal wa Tamwil (BMT), pusat koperasi pondok pesantren, dan induk koperasi syariah.

Kebijakan di awal tahun 2022 ini dianggap pilihan tepat dalam mensosialisasikan program, sekaligus mencapai target penyaluran anggaran koperasi syariah sebesar Rp 900 miliar di tahun 2022.

Direktur Pembiayaan Syariah Ari Permana mengatakan, selain bersinergi dengan komunitas, pihaknya juga akan bersinergi dengan Badan Layanan Umum (BLU), khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan (rumah sakit). Juga, dengan BLU lain yang memiliki koperasi-koperasi, yang membutuhkan modal kerja atau investasi untuk menunjang bisnis induknya.

Baca juga : Ini 5 Strategi LPDB-KUMKM Percepat Penyaluran Permodalan

"Selain BLU, LPDB-KUMKM juga akan bersinergi dengan koperasi di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tahun lalu, Kementerian Koperasi dan UKM telah melaksanakan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian BUMN terkait kemitraan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam rantai pasok BUMN," kata Ari Permana dalam keterangan tertulis yang diterima RM.id, Rabu (12/1).

Ari berharap, penerapan strategi-strategi ini dapat mewujudkan target pembiayaan sektor riil Syariah tahun 2022 yang sebesar 40 persen, atau naik 20 persen dari tahun sebelumnya.

Target ini sesuai dengan komitmen Presiden Jokowi yang ingin Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah dunia di tahun 2024. Ari yakin, harapan itu pasti terwujud. Optimisme itu dilatari latar belakang Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Baca juga : Lippo Group Genjot Peluang Di Tahun Macan Air

Selain itu, Indonesia memiliki infrastruktur keuangan, regulasi, dan lembaga-lembaga yang bergerak di keuangan dan ekonomi syariah yang paling lengkap dibanding negara-negara muslim lainnya.

"Harapan ini terwujud sepanjang kita terus mengedukasi masyarakat dan mengupayakan untuk membuka sektor-sektor usaha yang berbasis halal food atau halal value chain," bebernya.

Selain itu, Indonesia sudah memiliki bank syariah yang asetnya mencapai Rp 300 triliun. "Sehingga bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi pusat ekonomi syariah dunia," imbuh Ari.

Baca juga : Antisipasi Warga Pelesiran, Aparat Ngaku Kewalahan

Bahkan, Ari optimis, Indonesia akan menjadi kiblat dari ekonomi syariah dunia. Soalnya, Indonesia sudah memenuhi hampir seluruh persyaratan yang dibutuhkan. Mulai dari penduduknya yang mayoritas muslim, sisi afirmatif pemerintah yang sudah mendukung perekonomian syariah, dan sisi infrastruktur yang sudah memadai.

"Dari sisi institusi pendidikan juga sudah mendukung karena jurusan ekonomi dan keuangan syariah ada di hampir semua universitas di Indonesia," paparnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.