Dark/Light Mode

Jonan dan Dwi Happy

Pak Jokowi, Ditunggu PM Abe di Osaka Ya...

Senin, 17 Juni 2019 08:23 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (berdiri kiri) bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko (berdiri kanan), menyaksikan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (duduk kiri), Presiden Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya (duduk tengah) dan President dan CEO Inpex Jepang Takayuki Ueda, menandatangani naskah kesepakatan pokok (Head of Agreement/HoC) kerja sama proyek Blok Masela di Forum G20 di Karuizawa, Nagano, Jepang, Minggu (16/6). (Foto: Andik Kristiawan).
Menteri ESDM Ignasius Jonan (berdiri kiri) bersama Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang Hiroshige Seko (berdiri kanan), menyaksikan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto (duduk kiri), Presiden Inpex Indonesia Shunichiro Sugaya (duduk tengah) dan President dan CEO Inpex Jepang Takayuki Ueda, menandatangani naskah kesepakatan pokok (Head of Agreement/HoC) kerja sama proyek Blok Masela di Forum G20 di Karuizawa, Nagano, Jepang, Minggu (16/6). (Foto: Andik Kristiawan).

 Sebelumnya 
Menurut Dwi, kesepakatan yang dicapai meliputi keekonomian proyek, kontrak kerja sama, jumlah produksi, dan nilai pengembalian investasi. Kesepakatan pokok ini adalah payung bagi dimulainya investasi migas laut dalam terbesar di Indonesia.

Momentum Bersejarah

Baca juga : Kang Emil Sebut Jokowi-Maruf Sudah Unggul 4 Persen di Jabar

Senada dengan Menteri Jonan dan Dwi, Dubes Arifin Tasrif berpendapat, penandatanganan HoC tersebut merupakan sebuah momentum bersejarah yang menandakan makin kondusifnya iklim investasi di Indonesia.

“Tentu saja saya ikut senang dengan dicapainya kesepakatan kerja sama antara SKK Migas dan Inpex untuk proyek Blok Masela. Karena bagaimanapun, Jepang adalah sahabat Indonesia,” ujar Dubes Arifin.

Baca juga : Sibuk Kampanye, Kadang Jokowi Nggak Makan Siang

Arifin berpendapat, tercapainya kesepakatan ini merupakan prestasi besar dan bisa menjadi pancingan agar investor asing lainnya tidak ragu masuk ke Indonesia.

“Semoga saja investor Jepang lainnya segera menyusul menanamkan atau menambah investasinya di Indonesia,” harap Dubes Arifin.

Baca juga : Di Jabar, Jokowi Unggul 1 Persen Dari Prabowo

Sebagai informasi, kedua pihak bersepakat untuk memulai pengembangan dengan produksi 9,5 ton per tahun, ditambah dengan penyaluran gas melalui pipa untuk pembangunan pabrik petrokimia di dekat lokasi pendaratan gas sebesar 1 juta ton per tahun.

Indonesia juga akan mendapatkan bagi hasil dari produksi Lapangan Abadi antara 50 persen hingga 59 persen, tergantung proses dan hasil produksi. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.