Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lewat Pasar Tani, Kementan Terus Kawal Ketersediaan Pangan Di Kalsel

Senin, 25 April 2022 10:58 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat hadiri Pasar Pangan Murah Kementan di Kalsel, Sabtu (23/4)/Ist
Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto saat hadiri Pasar Pangan Murah Kementan di Kalsel, Sabtu (23/4)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Mendekati Idul Fitri, ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pangan pokok perlu dipantau dan dijaga. Oleh karena itu, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kementerian Pertanian perlu terus menggerakkan Pasar Tani, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah di 34 Provinsi beserta lintas stakeholders untuk laksanakan Gelar Pangan Murah (GPM).  

Salah satunya adalah GPM Kalimantan Selatan (Kalsel) yang diselenggarakan oleh Pasar Tani Kementan bekerja sama dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultira Provinsi Kalimantan Selatan selama dua hari, yaitu Sabtu-Minggu, 23-24 April 2022. GPM kali ini juga melibatkan POLRI-TNI, Darma Wanita, serta vendor pangan pokok, di antaranya Bulog.

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menyampaikan bahwa Mentan SYL meminta Kementerian Pertanian, dalam mengawal ketersediaan pangan pokok di daerah dapat melibatkan secara aktif Pasar Tani, Pasar Mitra Tani-Toko Tani Indonesia Center yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Kegiatan Gelar Pangan Murah di Kalimantan Selatan ini rangkaian dari kegiatan Gelar Pangan Murah yang diselenggarakan di beberapa provinsi lain. Khususnya di Kalimantan, telah kita lakukan Gelar Pangan Murah di provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

“Melalui Gelar Pangan Murah, diharapkan dapat mendukung stabilitas harga dan ketersediaan pangan terutama di wilayah-wilayah yang defisit yang memerlukan intervensi," ujar Prihasto.

Berita Terkait : Karyawan Harus Lapor Sisa Baterai Ponsel

Prihasto mengatakan, untuk selanjutnya kegiatan GPM ini diharapkan dapat melibatkan beragam stakeholder terkait logistik ketersediaan dan distribusi pangan di daerah, serta perlu diselenggarakan secara rutin di titik-titik terdekat dengan masyarakat.

Turut hadir mendampingi Dirjen Hortikultura, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari. Retno mengungkapkan, salah satu tugas penting Kementerian Pertanian adalah menjamin ketersediaan pangan untuk masyarakat.

Melalui GPM ini, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan pokok yang disediakan oleh Kementan dan Dinas TPH dengan harga yang lebih murah dari harga pasaran.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bulan Ramadhan dan Idul Fitri, Pasar Tani yang dikoordinasikan Kementan mengadakan  Gelar Pangan Murah di seluruh provinsi. Seluruh Pejabat Kementerian Pertanian turun lapangan untuk mengawal.  

Semua produk yang dijual di Pasar Tani diambil langsung dari petani. Jadi, kualitasnya terjamin dan harganya juga lebih terjangkau.

Berita Terkait : Tinjau Pasar Trisi Indramayu, Kementan Pastikan Stok 12 Bahan Pangan Pokok Aman

Sedangkan untuk produk kebutuhan pokok lainnya yang tidak diproduksi sendiri oleh petani seperti gula dan minyak goreng didatangkan langsung melalui vendor.

“Harapannya, kegiatan ini mampu memperkuat akses masyarakat terhadap bahan pangan yang berkualitas,” jelas Retno.

Hadir mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalsel, Syaiful Azhari menyatakan rasa terima kasihnya karena telah menyelenggarakan GPM di wilayahnya. Sehingga warga Kalimantan Selatan mampu mendapat akses ke bahan pangan pokok berkualitas.

"Kami sangat berterima kasih kepada Dirjen Hortikultura beserta jajarannya. Ini sangat membantu mengenalkan petani daerah, sehingga petani mampu memasarkan produk unggulan dan bisa memahami komoditas apa yang bisa kami tingkatkan, khususnya di Kalimantan Selatan ini,” ujar Syaiful.

GPM disambut dengan sangat antusias oleh masyarakat sekitar, karena harga bahan pangan pokok yang dijual lebih murah dari harga pasar. 

Berita Terkait : Petani Juga Harus Melek Literasi Digital

“Gelar pangan pokok murah ini sangat membantu kami. Di tengah berbagai bahan pokok yang mahal dan langka, ini sangat menolong di waktu mendekati Lebaran. Semoga Gelar Pangan Murah semakin banyak diadakan di berbagai tempat,” tutup Satiyah, salah satu pengunjung. 

GPM di Kalimantan Selatan menjual berbagai komoditas pangan yang dibutuhkan masyarakat.

Terutama bahan pangan pokok/strategis seperti beras lokal mutiara (Rp 10.000/kg), beras lokal unus/mayang (Rp 10.000/kg), beras unggul (Rp 8.000/kg), minyak goreng (Rp 20.000/liter), gula putih curah (Rp 11.000/kg), bawang merah (Rp 28.000/kg), bawang putih (Rp 25.000/kg), cabai rawit (Rp 22.000/kg), telur ayam ras (Rp 22.000/kg), daging ayam paha (RP 12.000/kg), dan daging ayam utuh (Rp 32.000/kg). [KAL]