Dark/Light Mode

Sandi: Jangan PHP, Buktikan Bangga Buatan Indonesia Dengan Realisasi Kontrak

Selasa, 26 April 2022 13:42 WIB
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan sambutan dalam acara Aksi Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia (BBI) atau Business Matching Tahap II. (Foto: Ist)
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan sambutan dalam acara Aksi Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia (BBI) atau Business Matching Tahap II. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) harus terus digalakkan. Sebab, gerakan tersebut dinilai banyak memberi manfaat. Salah satunya, membuka dua juta lapangan kerja baru serta memberi tambahan kontribusi pertumbuhan ekonomi nasional sampai 2 persen.

Hal itu disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan sambutan xalam acara Aksi Afirmasi Pembelian dan Pemanfaatan Produk Dalam Negeri dalam Rangka Bangga Buatan Indonesia (BBI) atau Business Matching Tahap II.

Acara digelar Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengan (Kemenkop UKM) di, Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Baca juga : Antisipasi Pertumbuhan Ekonomi Digital, Indonesia Dorong Bangun Komunalitas G20

Sandi mengatakan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, sejak BBI diluncurkan 14 Mei 2020 lalu sampai Februari 2022, sudah tercapai 57 persen dari target 30 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang on-boarding ke marketplace pada akhir 2023.

"Nah akhir tahun ini kami targetkan satu juta produk dan jasa akan terdaftar pada e-katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)," ujar Sandi dalam sambutannya, dikutip Selasa (26/4).

Dia optimis, seluruh target itu dapat tercapai dengan kerja kerja semua pihak. Apalagi, sedikitnya ada 29 Kementerian Lembaga (KL) yang terlibat. Sebanyak 12 di antaranya adalah campaign manager, yang secara kontinu dan konsisten menggaungkan BBI.

Baca juga : Putusan MA Soal Vaksin Halal Perkuat Fondasi Indonesia Yang Religius

Ia mengungkapkan, Gernas BBI akan terus digelar secara bergiliran ke seluruh wilayah Indonesia. Hingga April ini, Gernas BBI sudah dilaksanakan di Jambi, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, hingga Sumatrea Barat. Berikutnya, Bangka Belitung direncanakan juga akan menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Bagaimana tidak, itu akan berkontribusi pada dua juta lapangan kerja baru hingga pertumbuhan ekonomi nasional 1,7-2 persen dengan kerja sama dan kerja keras semua pihak, jadi optimis akan tercapai," ingat Ketua Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) ini.

Sandi menuturkan, aksi afirmasi BBI adalah kesempatan koperasi dan para pelaku UMKM untuk mengambil peluang usaha, mengingat kegiatan itu betul-betul berpihak kepada pembelian dan pemanfaatan produk dalam negeri.

Baca juga : HNW: Jalankan Konstitusi, Bangsa Indonesia Selamat

Pemerintah menargetkan transaksi pembelian produk dalam negeri (PDN) mencapai Rp 500 triliun, dan potensi belanja badan usaha milik negara (BUMN) terhadaP PDN sampai dengan Rp 420 triliun.

Komitmen pemerintah terhadap PDN, lanjut Sandi, hingga April 2022 diharapkan mencapai Rp 483,2 triliun. Sehingga kita optimis bisa mencapai target Rp 500 triliun, mengingat deadline adalah 31 Mei 2022.

"Masih ada waktu, jadi mari kita realisasikan menjadi kontrak, bukan hanya komitmen atau pemberi harapan palsu (PHP) saja,” tutur Ketua Harian Gernas BBI ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.