Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mentan SYL Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian Nasional

Senin, 16 Mei 2022 08:43 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat penanaman padi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan/Ist
Mentan Syahrul Yasin Limpo saat penanaman padi di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak pengusaha lokal atau Saudagar Bugis terlibat langsung dalam proses pembangunan pertanian nasional.

Menurutnya, pertanian adalah sektor strategis yang mampu menggerakkan roda perekonomian Indonesia dari hulu ke hilir.

Sebagai catatan, kata SYL, sektor pertanian mengalami pertumbuhan tinggi, sebesar 16,24 persen pada triwulan II-2020 (QtoQ). Sementara, produksi dalam negeri terus meningkat dan ekspor nasional terus melesat.

Berita Terkait : Di Tengah Wabah PMK, Kementan Gerak Cepat Koordinasi Lintas Sektor Persiapan Pelaksanaan Kurban

"Alhamdulillah, selama ini stok pangan kita cukup dan tidak ada impor yang dilakukan selama tiga tahun terakhir. Bagi saya, orang Bugis itu hebat dan memiliki kekuatan luar biasa. Karena itu, saya mengajak untuk turut serta membangun sektor pertanian,” ujar SYL Minggu (15/5).

SYL mengatakan, saat ini pertanian memiliki anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang cukup besar. Jumlahnya mencapai kurang lebih Rp 80 triliun. Uang sebesar itu sudah dikelola untuk kepentingan pembangunan usaha tani.

"Saya berharap dari teman-teman pengusaha bisa turut serta membangun dan meningkatkan kesejahteraan petani kita melalui layanan KUR," katanya.

Berita Terkait : Mentan Ajak Saudagar Bugis Bangun Sektor Pertanian

Sebelumnya, SYL menemui para petani di Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. 

Di sana, SYL menggelar penanaman padi IP300 serta penanaman jagung varietas unggul pertiwi 2 dengan hasil panen Rata-rata 7,8 ton per hektare.

Menurutnya, penanaman padi dan jagung di Jeneponto adalah upaya pemerintah meningkatkan produksi nasional untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor. 

Berita Terkait : Dukung Ketahanan Pangan, Sharp Indonesia Bangun Ekosistem Bisnis Pertanian

Apalagi, kata SYL, Jeneponto adalah wilayah subur yang bisa dijadikan sebagai daerah percontohan penanaman IP300.

"Jeneponto adalah daerah yang luar biasa dan pertanian itu jawaban dari hadirnya kehidupan yang harus lebih baik," pungkasnya.■