Dark/Light Mode

Luhut: Harga Tiket Candi Borobudur Bakal Dikaji Lagi, Supaya Bisa Diturunkan

Minggu, 5 Juni 2022 21:25 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram)
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Instagram)

 Sebelumnya 
Warisan Budaya Dunia

Luhut menjelaskan, rencana pembatasan kuota pengunjung dan kenaikan tarif untuk naik ke area stupa Candi Borobudur, merupakan upaya pemerintah untuk menjaga Warisan Budaya Dunia tersebut.

“Candi Borobudur itu kan cagar budaya Indonesia, yang ditetapkan sebagai situs Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Dengan relief yang sarat makna, khususnya bagi umat Buddha dan kita umat manusia, penting bagi kita semua memberi perhatian khusus dalam menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara tersebut,” terang Luhut.

Sebagai situs sejarah, Candi Borobudur memiliki berbagai kerentanan dan juga ancaman. Berdasarkan kajian dari berbagai ahli yang memberikan masukan kepada pemerintah, kondisi situs bersejarah itu saat ini mulai mengalami pelapukan.

Baca juga : Tiket Candi Borobudur Untuk Turis Domestik Bakal Dipatok Rp 750 Ribu, Luhut Jelaskan Alasannya...

Perubahan iklim, erupsi gunung berapi, gempa bumi, juga menjadi tantangan tersendiri.

“Silakan cek atau tanya ke teman-teman pengelola di sana. Belum lagi perilaku pengunjung yang suka melakukan vandalisme, menyelipkan benda tertentu di sela-sela batu candi, membuang sampah sembarangan. Yang lebih parah tidak bisa menghargai Candi Borobudur sebagai situs umat Buddha. Ini semua kan perlu penanganan khusus,” papar Luhut.

Wajib Reservasi Online

Luhut mengatakan, nantinya, semua calon turis yang ingin mengunjungi Candi Borobudur wajib melakukan reservasi secara online. Demi mengatur aliran pengunjung.

Baca juga : Teten Yakin Produk Lokal Berbasis Teknologi Siap Suplai Kebutuhan Barang/Jasa Pemerintah

Warga lokal juga akan diajak untuk lebih berkontribusi.

Semua turis nantinya harus menggunakan tour guide dari warga lokal, di aekitar kawasan Candi Borobudur.

Turis pun wajib memakai sandal khusus “upanat”, supaya tidak merusak tangga dan struktur bangunan yang ada di candi.

Sandal ini akan diproduksi oleh warga dan UMKM di sekitar Candi Borobudur.

Baca juga : LavAni - BNI 46 Bakal Awali Laga Final Four

"Sebagai bangsa yang kaya dengan budaya, kita tentu tidak mau dianggap tidak bisa menjaga kelestarian warisan budaya kita sendiri. Jadi, memang diperlukan treatment khusus untuk mewujudkan upaya itu,” pungkasnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.