Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belum Pasti, Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19

Kamis, 16 Juni 2022 07:40 WIB
Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)
Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. (Foto: Satgas Covid-19)

RM.id  Rakyat Merdeka - Juru Bicara Pemerintah Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan, tren peningkatan kasus Corona masih terus terjadi. Jika pada akhir Mei lalu jumlah kasus mingguan sebesar 1.800, pekan lalu menjadi 3.600 kasus.

Selain itu, kasus aktif juga meningkat. Pada akhir Mei, kasus aktif mencapai sebesar 2.900. Sedangkan per 13 Juni meningkat menjadi 4.900. “Tentunya kenaikan ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Karena bila tidak dimitigasi dengan baik, kasus dapat terus mengalami kenaikan,” ujar Wiku, kemarin.

Meski begitu, dia menilai, kenaikan kasus di Indonesia ini masih lebih rendah jika dibandingkan sejumlah negara lainnya. Sebagai perbandingan, per 11 Juni, jumlah kasus harian di Indonesia mencapai sebesar 574 kasus. Sedangkan di Malaysia sebesar 1.709 kasus, di Thailand 2.474 kasus, Singapura 3.128 kasus, India 8.582 kasus, serta Australia yang mencapai 16.393 kasus.

“Tentunya dengan jumlah penduduk Indonesia yang besar dibandingkan dengan negara lainnya, jumlah kasus harian saat ini masih dapat dikatakan rendah,” tuturnya.

Berita Terkait : Lestari: Bangga Budaya Lokal Tingkatkan Nasionalisme

Meski demikian, Wiku mengingatkan, kenaikan kasus yang terjadi saat ini perlu ditekan semaksimal mungkin. Apalagi sebelumnya, landainya kasus bisa dipertahankan selama dua bulan berturut-turut.

Guru Besar Universitas Indonesia (UI) itu mengaku belum bisa memastikan penyebab terjadinya kenaikan pada tren kasus positif dan kasus aktif. Tapi, ada beberapa potensi yang menjadi penyebab. Seperti, kenaikan mobilitas penduduk serta meningkatnya interaksi antar masyarakat dari satu tempat ke tempat lain.

“Aktivitas masyarakat yang sudah kembali normal di tempat publik dan juga kegiatan-kegiatan berskala besar yang dihadiri oleh banyak orang, berpotensi meningkatkan interaksi antar masyarakat, yang juga dapat meningkatkan potensi penularan,” bebernya.

 

Selain itu, kemungkinan penyebab lainnya yakni kedi­siplinan protokol kesehatan yang mulai terlihat longgar seiring dengan melandainya kasus positif.

Berita Terkait : Beberapa Alasan yang Bisa Bantu Kamu Move-On ke 4G

Karena itu, dia meminta masyarakat memperketat kembali penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari. Secara nyata, penerapan protokol kesehatan yang disempurnakan dengan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) dan vaksinasi yang masif.

Kombinasi itu secara efektif dapat melandaikan kasus, atau memutus rantai penularan virus ketika terjadi lonjakan kasus.

Wiku juga mengingatkan masyarakat supaya melakukan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tak hanya untuk Covid-19, PHBS telah terbukti efektif mencegah penyebaran penyakit menular lainnya.”Mengingat dinamika varian yang cukup sulit untuk dikendalikan kemunculannya, maka kita dapat menangkalnya dengan proteksi yang lebih baik, tidak hanya 3M dan 3M Saja yang sudah kita biasakan selama dua tahun terakhir,” imbau Wiku.

Berita Terkait : Prof. Tjandra: Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid, Bukan Cuma BA.4 Dan BA.5

Per kemarin, angka kasus Corona di Tanah Air kembali menembus angka 1.000. Indonesia mencatat sebanyak 1.242 kasus baru, dengan total kasus aktif mencapai 6.007.

DKI Jakarta menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 730. Disusul oleh Jawa Barat dengan total 216 kasus, dan Banten dengan total 146 kasus. ■