Dewan Pers

Dark/Light Mode

Lonjakan Kasus Covid Bakal Merembet Ke Sekitar Jakarta

Jumat, 17 Juni 2022 07:40 WIB
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril. (Foto: Antara)
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - DKI Jakarta menjadi kontributor terbesar kenaikan kasus Covid-19. Waspadalah, diprediksi lonjakan kasus di Ibu Kota ini bakal merembet ke wilayah lainnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengungkapkan, wilayah utama yang diprediksi mengalami lonjakan adalah daerah-daerah penyangga Jakarta atau yang berdekatan. Yaitu Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

Karena itu, Kemenkes terus mengingatkan masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Supaya Covid-19 tetap dalam masa terkendali. Kita semua ikut berperan di dalam pencegahan dan pengendalian kasus,” ujar Syahril menanggapi pertanyaan Rakyat Merdeka dalam diskusi FMB9 di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, Kemenkes mencatat jumlah pasien yang terkon­firmasi positif terpapar Covid-19 bertambah 1.242 pasien pada Rabu (15/6). Wilayah DKI Jakarta memiliki tingkat kasus konfirmasi positif tertinggi dengan jumlah 730 orang.

Berita Terkait : Menkes Mulai Waswas Kasus Covid-19 Baru Meningkat

Pronvinsi selanjutnya penyumbang konfirmasi positif Covid-19, yakni Jawa Barat dengan 216 orang. Provinsi ketiga, Banten yang mencatatkan 146 orang, sedangkan keempat Jawa Timur dengan 63 orang.

Urutan kelima adalah Bali dengan jumlah korban sebanyak 33 orang. Diyakini lonjakan kasus Covid-19 di berbagai daerah berkaitan dengan munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.

Pengawasan saat ini mulai dilakukan terhadap provinsi yang mengalami lonjakan kasus.

Kemenkes bakal melakukan deteksi menyeluruh Whole Genome Sequencing (WGS) di seluruh kasus Covid-19. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana penyebaran Omicron BA.4 dan BA.5 di provinsi dengan catatan kasus Covid-19 paling tinggi.

 

“Kemenkes memberikan suatu deteksi menyeluruh, terutama pada provinsi dengan tingkat kasus tinggi,” kata Syahril.

Berita Terkait : Lax Teknologi Kenalkan Kamera Pendeteksi Kebakaran

Dia belum merinci berapa lama hasil WGS keluar dan diumumkan. Tetapi umumnya, diperlukan waktu kurang lebih dua minggu. Setelah itu baru diketahui subvarian apa yang menjadi penyebab lonjakan kasus Covid.

“Kami masih menunggu ka­jian dari sampel pasien-pasien Covid-19. Mereka masuk subvarian BA.4 atau BA.5,” ungkapnya.

Dokter spesialis paru-paru dan penyakit dalam ini menyebut, ada empat provinsi yang sekarang diawasi Pemerintah. Provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Jawa Timur.

Awalnya, pasien yang terinfeksi subvarian Omicron ini ditemukan di Bali 4 orang, 4 lagi di DKI Jakarta. Kemudian ada tambahan 12 orang pada tanggal 12 Juni dari daerah Jawa Barat.

Mereka sudah selesai isolasi mandirinya dan dinyatakan sembuh. Rata-rata semuanya bergejala ringan.

Berita Terkait : Jaga Prokes Saat Kasus Covid Naik, Sanotize Hadirkan Enovid Nose Sanitizer

“Ada satu orang perempuan berumur 20 tahun di Jakarta memang ada keluhan sesak napas. Sehingga dia masuk ke kategori sedang, tapi alhamdulillah hari ini sudah dipulangkan dan sudah sembuh,” kata Syahril.

Dari data 20 orang yang terinfeksi BA.4 dan BA.5, tiga di antaranya adalah anak-anak usia di atas 5 hingga 12 tahun. Tiga anak-anak dan sisanya dewasa dan semua sudah vak­sinasi. Ada yang sudah booster, dan ada yang belum.

Terpisah, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memprediksi, puncak kasus harian Covid-19 sebagai akibat penularan subvarian BA.4 dan BA.5 diperkirakan mencapai 20.000 per hari. ■