Dark/Light Mode

Moeldoko Mau Belikan Tiket

Hai Rizieq, Pergi Sendiri Balik Sendiri

Rabu, 10 Juli 2019 08:25 WIB
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (Foto: Ahmad Ali Futhuhin Alatas/Rakyat Merdeka)
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab (Foto: Ahmad Ali Futhuhin Alatas/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Kata Moeldoko, kalau Rizieq berniat pulang, ya tinggal pulang saja. Toh tak ada yang mengusirnya. Sembari bercanda, Moeldoko bilang, kalau Rizieq tidak punya tiket, dia bakal membelikannya. “Pergi, pergi sendiri, kok kita ribut mau mulangin. Kan gitu. Ya, pulang sendiri saja. Nggak (bisa) beli tiket, baru gua beliin,” kata Moeldoko sambil terkekeh.

Apakah ada jaminan ketika Rizieq pulang ke Indonesia nanti kasus-kasus hukumnya tak dibuka lagi? Mantan Panglima TNI ini mengangkat bahu. Menurut dia, hal itu lebih tepat ditanyakan ke Kapolri, Jenderal Tito Karnavian. “Saya tidak tepat bicara itu ya. Mungkin Kapolri,” tuturnya.

Baca juga : Nggak Bisa ke AS, Negeri Lain Pun Jadi

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, juga heran dengan desakan untuk memulangkan Rizieq. Kata dia, dulu Rizieq yang memilih pergi ke luar negeri. Kenapa sekarang pemerintah yang diminta memulangkan Rizieq. “Ya, orang pergi sendiri, terus kok jadi kita harus yang minta pulang,” kata Puan, saat dikonfirmasi terpisah.

Terkait syarat agar para pihak yang terjerat kasus dibebaskan, Puan mengatakan, proses hukum masih berjalan. Dia menegaskan, pemerintah tak bisa mengintervensi proses hukum. “Kan masih. Proses hukumnya masih berjalan,” kata putri bungsu Megawati ini.

Baca juga : Moeldoko: Susunan Kabinet Jokowi-Maruf Baru Sekadar Isu

Pengamat Politik Universitas Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf mengatakan, rekonsiliasi bukan sesuatu yang mendesak. Karena itu, Jokowi tak perlu memaksakan rekonsiliasi dengan Prabowo. Hal itu hanya akan dianggap sebagai bentuk pemaksaan, agar kemenangannya diakui.

“Saat ini, yang lebih mendesak dilakukan Jokowi adalah mem per siap kan program-program pembangunan ke depan. Memilih sosok yang tepat untuk dijadikan pembantunya,” kata Asep kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.

Baca juga : BBM Arus Mudik Lancar, Pertamina Siaga Arus Balik

Menurut Asep, rekonsiliasi sebenarnya telah terjadi ketika Prabowo me nyatakan menghormati hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu, rekonsiliasi sudah terbangun dan pemilu sudah selesai. Dengan demikian, persoalan kegaduhan pemilu seharusnya sudah selesai. Asep memahami jika sebagian elite dan masyarakat belum bisa move on.

Kata dia, memang berat untuk mengembalikan kondisi psikologis para pendukung ketika jagoannya kalah. “Luka tersebut memang susah untuk di kem balikan. Namun, satu-satunya cara adalah adanya pemahaman dari para elite, terutama Prabowo dan Sandiaga Uno, yang menegaskan bahwa pilpres sudah selesai,” ujar Asep. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.