Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
“Tetapi perlu meningkatkan kewaspadaan. Jadi kewaspadaan itu harus dibangun dengan sosialisasi dan komunikasi,” ingatnya.
Pesan yang bersifat edukasi kepada publik bahwa pandemi ini belum selesai, harus sampai ke pelosok daerah. Ini diperlukan supaya masyarakat itu memahami, dalam kondisi transisi pun, protokol kesehatan masih perlu diterapkan
“Kalau terus ada proses penularan, maka akan terus terbuka adanya varian lokal yang akan membuat masalah baru,” beber Alex.
Baca juga : Pasar Lokal Dulu, Baru Ekspor
Alex meminta tim surveilans dari Dinas Kesehatan (Dinkes) di daerah agar terus aktif. Surveilans setiap waktu perlu di-update. Data diaktifkan dan dimasukkan secara sentralisasi, sehingga pusat bisa melakukan monitoring.
Terpisah, Pelaksana Tugas Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Yudhi Parmono mengingatkan, Indonesia saat ini sedang mengalami tren peningkatan kasus Covid-19 yang didominasi subvarian Omicron BA.4 dan BA.5.
Akan tetapi, katanya, situasi secara umum masih terkendali dan mayoritas masyarakat Indonesia memiliki status kekebalan tubuh yang baik karena cakupan vaksinasi dosis lengkap dan dosis pertama yang tinggi.
Baca juga : Kerumunan Jemaah Haji Bisa Picu Kenaikan Covid
“Untuk sasaran vaksinasi sudah mencapai 81 persen, termasuk vaksinasi booster sudah mencapai 24 persen lebih,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, sampai saat ini masih tetap melakukan antisipasi dengan tetap melanjutkan pelaksanaan protokol kesehatan dengan edukasi dan imbauan kepada publik.
Persiapan lainnya, Kemenkes juga sudah menyiagakan rumah sakit dalam menghadapi lonjakan kasus Covid-19. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya