Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenkominfo Gelar Pekan Literasi Digital Di Sumba Timur

Kamis, 7 Juli 2022 23:25 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menggelar Pekan Literasi Digital bagi kelompok masyarakat dan komunitas di wilayah tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh 2.000 peserta dan dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 5,6 Juli 2022 di Gedung Hapu Mbay, Waingapu.

Pekan Literasi Digital diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan kapasitas literasi digital masyarakat dan komunitas setempat agar dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tepat guna dan bertanggung jawab.

Berdasarkan Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021, saat ini Indonesia masih menduduki kategori “sedang” dalam hal kapasitas literasi digital dengan nilai angka sebesar 3.49 dari 5.00.

Berita Terkait : Kemendagri Berikan 19.425 Sertifikat Peningkatan Kapasitas Dan Literasi Keuangan Daerah

Karena itu, Kemenkominfo menyelenggarakan program Pekan Literasi Digital dengan materi dasar empat pilar literasi digital. Yaitu, Kecakapan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital demi mendukung realisasi Indonesia #MakinCakapDigital.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Bupati Sumba Timur, David Melo Wadu, yang menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga Sumba Timur terutama di era perkembangan teknologi karena derasnya arus informasi yang dikonsumsi masyarakat setiap harinya.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar semua masyarakat dan komunitas di sini semakin paham akan pentingnya literasi digital. Salah satu tantangan literasi digital pada saat ini adalah banyaknya informasi yang diterima masyarakat, sehingga masyarakat harus mengetahui informasi yang benar agar tidak terpapar informasi negatif seperti isu SARA, Pornografi, Hoaks, dan lainnya,” kata David, seperti keterangan yang diterima RM.id, Kamis (7/7).

Pada Pekan Literasi Digital di Sumba Timur terdapat empat kelas literasi digital yang diselenggarakan secara paralel dengan narasumber yang kompeten di masing-masing kelas.

Berita Terkait : Sandiaga Uno Bagikan Tips FAST ke Santri di Tanah Datar Sumbar

Empat kelas Literasi Digital tersebut yaitu Obrol-Obrol Literasi Digital, Kelas Asah Digital, Kelas Kebal Hoaks, dan Gali Ilmu. "Orang Indonesia rata-rata menghabiskan 8 jam per-hari dalam menggunakan perangkat digital,” ungkap Indriyatno Banyumurti,

Manajer Program ICT Watch dalam pemaparan materi Makin Cakap Digital dengan empat Pilar Literasi Digital di sesi Obral-Obrol Literasi Digital.

Penggunaan teknologi digital dengan intensitas yang tinggi harus seimbang dengan edukasi literasi digital yang mumpuni agar penggunaan teknologi yang tersedia saat ini lebih maksimal dan positif.

 

Pada kesempatan yang sama, Soni Mongan, trainer di sesi Kelas Asah Digital menyampaikan bahwa dalam berkomunikasi di dunia maya sebaiknya kita menerapkan sopan santun yang diajarkan di dunia nyata.

Berita Terkait : Kementan: Gerakan Disinfeksi Nasional Untuk Penanganan PMK

"Dalam komunikasi digital kita harus tahu dengan siapa kita berkomunikasi agar menyesuaikan dengan budaya dan bahasa daerah lain,” tegas Soni Mongan. ■