Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemenkop UKM: Akselerasi Adaptasi Digital UMKM Jadi Narasi Besar Di Ajang G20

Kamis, 4 Agustus 2022 15:19 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyambut penyelenggaraan The Third Quarterly Group Discussion Digital Economy to Support SDGs, sebagai salah satu side event G20 di Bali pada 8 Agustus 2022 yang akan menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mendorong narasi besar, terkait akselerasi adaptasi UMKM di era digital.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kemenkop UKM Siti Azizah mengatakan, forum diskusi grup ini diharapkan dapat mengembangkan pemikiran dan ide lebih lanjut, diikuti dengan best practices serta dukungan kebijakan dari seluruh negara anggota G20.

“Forum juga diharapkan menghasilkan rekomendasi dan target yang terukur sebagai langkah konkret guna mengevaluasi forum selanjutnya,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/8/).

Menurutnya, akselerasi adaptasi UMKM di era digital merupakan salah satu narasi besar pemerintah Indonesia dalam G20 terkait UMKM.

Berita Terkait : Jokowi Bisa Maju 3 Periode, Tapi Jadi Wapres Di 2024

Hal itu sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengenai percepatan transformasi digital UMKM Indonesia.Di mana Presiden juga telah menetapkan target 30 juta UMKM onboard ekosistem digital Indonesia.

Azizah menegaskan, digitalisasi sangat diperlukan sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi nasional.Telah terbukti 80 persen UMKM yang telah hadir ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di masa pandemi, berdasarkan studi World Bank.

“Tidak bisa ditunda, pemanfaatan digital bagi pelaku UMKM harus segera diterapkan. UMKM Indonesia harus mengoptimalkan teknologi digital karena adaptasi digital dalam penerapan model bisnis, produksi, dan manajemen akan membantu pelaku UKM untuk mendapatkan akses pasar lebih luas hingga ke pasar global, untuk memperbesar skala bisnis,” tegasnya.

Dalam jangka panjang, adaptasi ekonomi digital pada UKM dapat memberikan dampak yang positif mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan bahkan kesempatan untuk mendapatkan investasi.

 

Berita Terkait : Kemenkominfo Dan Kemendagri Gelar Literasi Digital Di Jatim

Studi menunjukkan, ekonomi digital memberikan kontribusi sebesar 4 persen terhadap PDB Indonesia pada 2020. Azizah mengatakan, merujuk pada data ekonomi digital Indonesia sangat menjanjikan, potensinya besar.

Tercatat, nilai ekonomi digital di Indonesia pada 2020 mencapai Rp 632 triliun sedangkan pada 2030, nilai pasar ekonomi digital di Indonesia diproyeksikan mencapai Rp 4.531 triliun.

“Potensi peningkatan transaksi digital di Indonesia diprediksi akan mengalami lompatan yang signifikan, yaitu 8 kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku UMKM yang menjalankan usahanya melalui internet mencapai 86 persen, 73 persen memiliki akun pada lokapasar digital, dan 82 persen berpromosi melalui internet.

Berita Terkait : Kemenkumham Umumkan Seleksi Terbuka Jabatan Dirjen Imigrasi Bagi PNS, TNI, Dan Polri

Sampai Mei 2022, terdapat 19 juta pelaku UMKM atau sebesar 29,6 persen UMKM telah onboard platform e-commerce sesuai data idEA pada Mei 2022.

Menyambut potensi ekonomi digital yang sangat besar, Azizah mengatakan, Kemenkop UKM memberikan sejumlah inisiatif untuk membantu pelaku UMKM dalam menjawab tantangan di era disrupsi digital.

Kementerian juga telah menyiapkan ekosistem usaha hulu-hilir melalui SMESCO, memperluas pemasaran UMKM melalui program alokasi 40 persen belanja K/L bagi UMKM.

“Selain itu, menciptakan regulasi yang kondusif bagi UMKM dalam perdagangan online, dan juga menyelenggarakan berbagai program pendampingan yang dapat mendukung kebutuhan UMKM dalam menjalankan ekonomi digital terutama untuk mempermudah akses pasar dan akses keuangan,” pungkasnya. ■