Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bedah 430 Rumah Di KSP Bromo–Tengger–Semeru, PUPR Habiskan Rp 25,99 Miliar

Sabtu, 6 Agustus 2022 13:26 WIB
Salah satu Homestay dan Usaha Pendukung Pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo–Tengger–Semeru (BTS) Jawa Timur
Salah satu Homestay dan Usaha Pendukung Pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Bromo–Tengger–Semeru (BTS) Jawa Timur

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian PUPR bangun 430 Homestay dan Usaha Pendukung Pariwisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Bromo–Tengger–Semeru (BTS) Jawa Timur. Program peningkatan kualitas rumah swadaya ini menelan anggaran Rp 25,99 miliar.  

Tercatat dari 430 rumah warga yang tidak layak huni dilakukan rehabilitasi dengan peruntukan 310 rumah untuk usaha pondok wisata (homestay) dan sisanya 120 rumah untuk usaha pariwisata lainnya seperti warung, kios atau kafe. 

Berita Terkait : 2021, KPK Setor PNBP Rp 203,29 Miliar

Menteri PUPR,  Basuki Hadimuljono mengatakan, renovasi rumah warga untuk hunian pariwisata dilakukan dengan pola pemberdayaan, sehingga masyarakat setempat bukan hanya jadi penonton, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi dari sektor pariwisata.

“Untuk pariwisata, pertama yang harus diperbaiki infrastrukturnya, kemudian amenities dan event, baru promosi besar-besaran. Kalau hal itu tidak siap, wisatawan datang sekali dan tidak akan kembali lagi. Itu yang harus kita jaga betul,” kata Basuki, Sabtu (6/8).

Berita Terkait : 25 Rumah Dan Kios Di Pasar Gaplok Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 2 Miliar

Pembangunan rumah wisata ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) sesuai Perpres No. 109 Tahun 2020 untuk meningkatkan kualitas rumah warga sekitar kawasan pariwisata menjadi layak huni dan sekaligus dapat dimanfaatkan untuk usaha pondok wisata dan usaha pariwisata lainnya, sehingga dapat mendorong perekonomian masyarakat setempat. 

Program peningkatan kualitas rumah swadaya di KSPN Bromo – Tengger – Semeru dikerjakan pada tahun anggaran 2021 dengan anggaran Rp 25,99 miliar. Dari total 430 unit rumah sebanyak 310 unit menjadi homestay yang tersebar di Desa Ngadisari Kabupaten Probolinggo 34 unit, Desa Tosari 45 unit dan Desa Wonokitri 35 unit di Kabupaten Pasuruan, Desa Ngadas 65 unit dan Desa Gubukklakah 66 unit Kabupaten Malang serta Desa Ranupani 65 unit Kabupaten Lumajang. 

Berita Terkait : Dilengkapi Meubelair, Rusun ASN Di Papua Habiskan Rp 25.5 Miliar

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Jawa IV, Ditjen Perumahan Ali Murtado mengatakan, desain renovasi rumah warga menjadi sarana hunian pariwisata (Sarhunta) dimodifikasi lebih modern, tetapi tidak meninggalkan kearifan lokal masyarakat Suku Tengger sebagai upaya menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menginap. 

“Sarana hunian pariwisata ini bisa menjadi alternatif penginapan bagi para wisatawan yang berkunjung di Bromo. Diharapkan dengan kondisi rumah penduduk yang ditingkatkan kualitasnya para wisatawan yang menginap bisa lebih nyaman,” kata Ali.■