Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tiket Masuk Pulau Komodo Bakal Dievaluasi
JK: Wisata Itu Harus Berikan Ketenangan
Minggu, 7 Agustus 2022 07:55 WIB
Sebelumnya
Terpisah, Duta Komodo 2012-2013 Jusuf Kalla (JK) prihatin dengan kenaikan tarif tersebut. Dia berharap, tarif tersebut bisa diturunkan menjadi Rp 1 juta.
“Kita batasi jumlah pengunjung sampai 500 tiap hari,” tutur mantan Wapres itu, kemarin.
JK menilai, pemberlakuan tarif baru yang tinggi secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah kunjungan wisata ke Labuan Bajo. Padahal, saat ini Pulau Komodo telah mendunia. “Yang terkena imbasnya adalah dunia wisata,” imbuhnya.
Baca juga : Pakai Jilbab Itu Harus Kesadaran, Jangan Ada Paksaan
Tentunya, ini juga berdampak langsung pada masyarakat. Mengingat pada sektor inilah masyarakat di Pulau Komodo menggantungkan hidupnya.
Mulai dari bisnis perhotelan, kuliner, pelayaran, unit usaha kecil masyarakat, hingga nelayan penangkap ikan yang membantu memenuhi kebutuhan warga sekitar.
Demikian halnya dengan penerbangan yang sebelumnya ramai, juga terancam kehilangan penumpang.
Baca juga : Duh, Polarisasi Bisa Warisin Sentimen Ke Lintas Generasi
“Tarif ini perlu dievaluasi. Saya usulkan tarifnya diturunkan, katakanlah Rp 1 juta dan pengunjung dibatasi dengan kuota, misalnya 500 orang per hari. Jadi angka tersebut terukur dapat Rp 500 juta tiap hari, dan sebulan bisa Rp 15 miliar. Lebih pasti,” jelasnya.
Jika hal ini diterapkan, masyarakat masih bisa meraup keuntungan. Sebab, bisnis mereka masih berjalan. Hotel dan restoran hidup, Kota Labuan Bajo pun bisa hidup kembali.
“Kalau orang wisata, seperti Ke Pulau Komodo itu, datangnya mungkin hanya sekali seumur hidupnya. Yang penting sudah pernah lihat. Jadi, wisata itu harus memberikan ketenangan. Kalau di daerah wisata tidak tenang, ramai aksi demo, maka wisatawan tidak akan datang,” terang Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) ini.
Baca juga : Kenaikan Tiket TN Komodo Untuk Pelestarian Lingkungan
Sebelumnya, Asosiasi Pelaku Wisata dan Individu pelaku wisata Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyatukan persepsi dalam nota kesepahaman untuk menghentikan aktivitas pariwisata di kawasan wisata pada Agustus mendatang.
Kesepakatan ‘mogok serentak’ itu merupakan bagian dari protes mereka, terkait rencana Pemerintah menaikkan harga tiket masuk Pulau Komodo mencapai Rp 3,7 juta per orang pada 1 Agustus 2022. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya