Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca Vaksinasi PMK, Kementan Perluas Cakupan Pendataan Digital

Senin, 8 Agustus 2022 19:29 WIB
Pemberian vaksin PMK pada hewan ternak/Ist
Pemberian vaksin PMK pada hewan ternak/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) memperluas cakupan jumlah penandaan dan pendataan ternak pasca-vaksinasi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) menggunakan tanda pengenal atau identitas pada ternak, berupa Eartag Secure QR Code yang terhubung secara digital. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Nasrullah saat menghadiri penandatanganan kerja sama dengan Peruri dalam pengadaan eartag Secure QR Code untuk ternak yang dilaksanakan di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (3/8).

Nasrullah menjelaskan, penandaan dan pendataan yang dilakukan pada ternak pasca vaksinasi PMK ini menggunakan tanda pengenal atau identitas pada ternak berupa Eartag Secure QR Code, yang terhubung digital melalui aplikasi yang bernama “Identik PKH” pada handphone berbasis android.

Aplikasi tersebut sudah tersedia dan dapat diunduh melalui Play Store. Hal ini dilakukan, terutama untuk mengidentifikasi ternak yang telah divaksin melalui kartu vaksin virtual, yang dapat dilihat oleh siapapun melalui aplikasi tersebut. 

Pemasangan eartag ini untuk memudahkan pencatatan dan pendataan, serta seleksi dalam tata laksana pemeliharaan,” ungkap

Berita Terkait : Manjain Delegasi G20, Telkomsel Perluas Jaringan 5G Di Bali

“Kita kerja sama dengan Peruri untuk pengadaan eartag Secure QR Code sebanyak 14.825.819 unit, yang akan didistribusikan ke 23 provinsi di Indonesia terdampak PMK,” ujar Nasrullah.

Nasrullah menyebutkan, kerja sama untuk penandaan hewan dengan pemasangan tanda pengenal atau identitas (Eartag Secure QR Code) dengan Perum Peruri ini merupakan kali kedua, setelah yang pertama melalui kegiatan pilot project penandaan dan pendataan ternak pasca vaksinasi PMK di Provinsi Jawa Timur.

“Pendataan secara digital ini dilakukan untuk memonitoring jumlah populasi hewan, status reproduksi, dan distribusi melalui penerapan teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Nasrullah. 

Nasrullah mengatakan, penandaan akan dilakukan pada hewan rentan PMK seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi.

Hewan yang telah diberi tanda pengenal atau identitas (Eartag Secure QR Code) dilakukan pendataan melalui penginputan data hewan dan pemilik pada aplikasi IDENTIK PKH,” terangnya

Berita Terkait : Kasus PMK Hewan Ternak Kian Menurun Di Indonesia

Lebih lanjut, Nasrullah mengatakan, distribusi eartag akan disalurkan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan ke perangkat daerah provinsi untuk diteruskan ke perangkat daerah kabupaten/kota. 

Dia mengatakan, penandaan akan dilakukan oleh petugas yang ditetapkan kepala OPD provinsi, berdasarkan usulan OPD Kabupaten/Kota yang membidangi fungsi peternakan dan Kesehatan hewan dan dapat bekerja sama, serta melibatkan instansi lain, termasuk unsur perguruan tinggi, TNI dan Polri.

Pihaknya berharap, dengan penandaan dan pendataan secara digital, dapat mendukung optimalisasi pelaksanaan vaksinasi di lapangan. 

“Dengan penandaan dan pendataan, kita harapkan akan dapat mengetahui jumlah populasi ternak di 23 Provinsi terdampak PMK. Sehingga kita segera bisa mengatasi penanganannya,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Peruri Dwina Septiani Wijaya mengatakan, kerja sama dengan Kementan untuk memberikan layanan digital yang aman melalui produksi Eartag Secure Code ini, merupakan kerja sama yang kedua. 

Berita Terkait : Tegas!! KAI Pecat Oknum Petugas Kebersihan Pelaku Pelecehan Seksual Di Stasiun Ciamis

Menurutnya, saat ini Pemerintah gencar melakukan digitalisasi di segala bidang sesuai arahan Presiden Jokowi untuk melakukan percepatan transformasi digital dalam rangka meningkatkan tata kelola yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel. 

“Hewan ternak salah satu yang harus dikelola dengan baik, karena jumlahnya sangat besar dan tersebar ke seluruh provinsi di Indonesia,” ucap Dwina. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Kementan yang sudah kembali mempercayakan Peruri untuk memberikan layanan digital yang aman melalui produksi Eartag Secure Code.

“Kami akan memberikan dukungan konkret proses digitalisasi ini,” pungkasnya.■