Dewan Pers

Dark/Light Mode

Atasi Krisis Pangan, PUPR Pantau Pasokan Air Di NTT

Senin, 12 September 2022 08:30 WIB
Pasokan air di lahan pertanian Sorgum di Desa Laipori, Kecamatan Pandawai dan di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Pasokan air di lahan pertanian Sorgum di Desa Laipori, Kecamatan Pandawai dan di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur, NTT.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus menjaga pasokan air di lahan pertanian sorgum Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengingat adanya ancaman serius krisis pangan global.

Ada tiga lokasi yang akan ditangani di Sumba Timur. Pertama, di Laipori untuk lahan seluas 135 hektare (ha). Kedua di Desa Patawang 500 ha, kemudian ketiga 500 ha lagi di Kawangu. 

“Semua ini tergantung pada ketersediaan air. Tantangan alam di Sumba Timur ini tidak lain adalah air, air dan air," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meninjau lokasi lahan pertanian Sorgum di Desa Laipori, Kecamatan Pandawai dan di Desa Patawang, Kecamatan Umalulu Kabupaten Sumba Timur, NTT, Minggu (11/9). 

Berita Terkait : Jangan Ada Keretakan Di TNI

Untuk itu, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air akan memberikan dukungan penyediaan air melalui kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi dan penambahan titik sumber air lewat sumur bor. 

"Di Laipori, kita akan coba buatkan 4 titik sumur bor, termasuk jaringan pipanya dengan teknik distribusi air menggunakan lateral sprinkler agar tidak banyak air yang menguap. Kemudian di Kawangu juga kita akan coba 2 titik sumur bor. Nanti dalam pelaksanaannya akan dibantu oleh PT Brantas Abipraya agar lebih cepat," kata Basuki. 

Sementara di Desa Patawang, Menteri dari PDI Perjuangan ini menginstruksikan agar dibuat sumur gali lewat skema Padat Karya Tunai (PKT) yang melibatkan masyarakat, khususnya yang tergabung dalam himpunan Petani Pemakai Air (P3A). 

Berita Terkait : Rieke Minta Presiden Telusuri Data BPP BBM

Lewat skema padat karya, masyarakat yang terlibat bisa belajar membuat sumur gali, sekaligus mendapatkan upah harian yang bisa membantu menjaga daya beli masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian desa. Masyarakat di Sumba Timur sangat membutuhkan air.

Secara khusus, kepada para Mahasiswa Magister Super Spesialis PUPR yang sedang praktik lapangan di Sumba Timur, 

"Saya minta untuk disurvei dan dipelajari teknik pembuatan sumur gali, sumur bor dan sistem irigasi sprinkler lateral," kata Basuki. 

Berita Terkait : Kasus Mutilasi Papua, DPR Panggil Menhan Dan Panglima TNI

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Jarot Widyoko mengatakan, semua pekerjaan sumur bor tersebut akan mulai dilaksanakan pada akhir tahun 2022 ini.

"Untuk target penyelesaian diharapkan selesai pada akhir tahun 2022," ujarnya.■