Dark/Light Mode

RI Gandeng Jepang Majukan Industri Farmasi dan Alkes

Sabtu, 8 Oktober 2022 13:31 WIB
Sekjen  Kunta Wibawa Dasa Nugraha  menghadiri acara Indonesia-Japan Pharmaceutical and Medical Device Business Forum, Kamis (6/10) di Osaka, Jepang.
Sekjen Kunta Wibawa Dasa Nugraha menghadiri acara Indonesia-Japan Pharmaceutical and Medical Device Business Forum, Kamis (6/10) di Osaka, Jepang.

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia terus mewujudkan langkah-langkah penguatan arsitektur kesehatan global dalam presidensi G20.

Kali ini, Indonesia menggandeng Jepang untuk penguatan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan Nasional.

Kerja sama ini bertujuan meningkatkan performa dan ketahanan sistem kesehatan bagi pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Baca juga : Telkom Kembangkan Potensi Industri Game Di Asia

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyampaikan, bahwa penguatan ini sejalan dengan enam pilar transformasi kesehatan nasional,. Di mana saat ini Indonesia sedang mengembangkan platform digital kesehatan nasional (SatuSehat), dan pendekatan genomik (BGSi).

Kedua, program ini diharapkan dapat berkolaborasi dengan Jepang.

"Kami mengundang mitra dari jepang untuk turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi farmasi dan alat kesehatan di Indonesia”ujar Sekjen Kunta dalam acara Indonesia-Japan Pharmaceutical and Medical Device Business Forum, Kamis (6/10) di Osaka, Jepang.

Baca juga : Gandeng Kampus, BUMN Pertajam Riset Dan Inovasi Industri Nasional

Pada pilar ketiga, lanjut Kunta sedang berproses untuk mengubah ketahanan sistem kesehatan melalui peningkatan produksi farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan baik di layanan primer dan sekunder, penguatan bioteknologi dilakukan melalui penguasaan vektor virus, teknologi berbasis asam nukleat, protein rekombinan untuk memproduksi vaksin dan obat-obatan bagi masyarakat di dalam negeri, seperti, eritropoietin, insulin, antibodi monoklonal dan produk turunan plasma. Di bidang farmasi, kami bertujuan untuk memproduksi 6 dari 10 Bahan Farmasi Aktif (API) secara lokal.

Sekjen berharap adanya eksplorasi lebih lanjut mulai dari kemitraan, transfer teknologi, hingga kolaborasi penelitian untuk dapat meningkatkan produksi alat kesehatan, bahan medis habis pakai di dalam negeri, dan manufaktur vaksin.

Baca juga : Ketua MPR Dorong Peningkatan Investasi Turki di Indonesia

"Untuk mencapai target ketahanan tersebut, kami telah menetapkan kebijakan yang mencakup langkah-langkah kritis mulai dari fasilitasi uji klinis dan transfer teknologi. Dari sisi produksi juga diutamakan akslereasi produksi dari dalam neger,"ujar Kunta.

Forum Bisnis Indonesia – Jepang setidaknya dihadiri lebih dari 300 peserta secara luring dan daring. Diinisiasi atas kerja sama KBRI Tokyo, KJRI Osaka, KADIN Komite Bilateral Indonesia – Jepang, Kementerian Perindustrian, IIPC Tokyo dan ITPC Osaka serta beberapa mitra Jepang seperti METI Kansai, FPMAJ dan JETRO.

Sebagai outcome dari Forum Bisnis Farmalkes, telah ditandatangani komitmen kerja sama antara GPFI dengan mitranya di Jepang yakni the Federation of Pharmaceutical Manufacturers’ Association of Japan (FPMAJ), khususnya untuk membuka kontak dalam penjajakan co-production dan riset.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Live KPU