Dewan Pers

Dark/Light Mode

Program MPMB Kemenag Bikin Masjid Lebih Moderat

Minggu, 13 November 2022 14:47 WIB
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam  Kemenag, Kamaruddin Amin. (Foto: Istimewa)
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Kamaruddin Amin. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Agama (Kemenag) terus berupaya mempercepat edukasi moderasi beragama kepada seluruh masyarakat dan warga negara Indonesia. Baru-baru ini Kemenag meluncurkan program Masjid Pelopor Moderasi Beragama (MPMB).

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag, Kamaruddin Amin menyatakan, program ini menjadi strategi jitu untuk mengakselerasi, sekaligus menguatkan pemahaman dan penerapan moderasi agama dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menurut Kamaruddin, masjid merupakan sarana pelopor moderasi beragama yang paling tepat. Karena masjid bukan sekedar tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat interaksi sosial hingga ekonomi masyarakat.

"Melalui program MPMB, kami menilai akan terjadi revitalisasi peran masjid untuk semakin profesional pengelolaannya, semakin moderat cara pandang dan paham keagamaan seluruh ekosistemnya, dan juga kian berdaya dalam memberdayakan umatnya," kata Kamaruddin Amin kepada wartawan, Minggu (13/11).

Dia mencontohkan program MPMB di Masjid Raya Syeikh Zayed Solo yang akan menjadi prototipe masjid yang dikelola baik secara idarah, imarah, dan riayah-nya. Juga, menjadi kebanggaan dan daya tarik wisata.

Berita Terkait : Program Pembinaan UMKM Di Jakarta Miskin Terobosan

"Sekaligus menjadi penanda adanya persahabatan dan kerjasama antar-bangsa dalam penguatan peradaban Islam yang ramah untuk semua," ungkapnya.

Upaya penguatan moderasi beragama bukan hanya karena menjadi program prioritas Kemenag. Namun Kamaruddin memastikan penguatan ini diperlukan untuk merespons kondisi-kondisi aktual kehidupan keagamaan dan kebangsaan, yang membutuhkan adanya suatu formula untuk menghadapinya.

"Tidak melulu bermakna reaktif atau defensif, melainkan jurus cerdas untuk menjaga NKRI dan kerukunan hidup beragama," sambungnya.

Dia bilang, kerukunan hidup beragama menjadi buah dari penguatan moderasi beragama. Dengan terbangunnya cara pandang, sikap dan perilaku beragama yang toleran, anti-kekerasan, menghormati budaya dan berwawasan kebangsaan Indonesia, maka kemajemukan Indonesia dapat terkendali dan keharmonisan terwujud. 

"Sehingga upaya-upaya pembangunan untuk kemajuan bangsa dapat terus dilakukan," tambah dia.

Berita Terkait : Cegah PMK, Kementan Geber Vaksinasi Massal Di Yogyakarta

Kamaruddin menegaskan program MPMB merupakan kebijakan prioritas dan direktif langsung oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Saat ini, tambah dia, menjadi konsen utama Ditjen Bimas Islam.

Program ini dimaksudkan untuk setidaknya tiga hal. Pertama, untuk membangun profesionalitas dalam pengelolaan masjid oleh semua ekosistem masjid, yakni takmir, khatib atau penceramah, remaja masjid dan jamaah.

Kedua, lanjut Kamaruddin, MPMB bertujuan untuk mendiseminasikan cara pandang yang moderat, toleran, dan ramah. Sehingga kenyamanan dan kerukunan tetap terjaga.

Untuk capaian ketiga, MPMB dimaksudkan untuk memberdayakan dan memakmurkan masjidnya dan otomatis memberdayakan segenap jamaahnya.

"Dengan demikian, singkatan lain dari MPMB melingkupi ketiga tujuan ini adalah Masjid Profesional, Moderat, dan Berdaya," tutur Kamaruddin.

Berita Terkait : Perda RDTR, KSP Ajak Pemda Tingkatkan Investasi Di Daerah

Untuk mencapai tujuan itu, serangkaian kegiatan telah dan terus dilakukan. Setelah pengenalan profil masjid untuk mendapat pemahaman yang memadai, lalu dilakukan engagement atau sosialisasi dengan stakeholders masjid untuk terbangun kesepahaman dan atau langkah bersama untuk menata masjid.

Selain itu, Kemenag terus menyempurnakan modul-modul pelatihan penguatan profesionalitas takmir masjid, remaja masjid, khatib, dan penceramah. Serta kegiatan-kegiatan pendukung lainnya seperti penerbitan naskah khutbah Jumat dan buletin Jumat.

"Semua unit di Ditjen Bimas Islam akan berkontribusi dalam bidangnya masing-masing terkait Program MPMB ini. Bahkan akan ada Project Management Unit yang akan secara simultan mengelola rangkaian program ini," pungkas Kamaruddin Amin. ■