Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Pesan Jokowi: Kalau Ketemu Lansia, Sebaiknya Pakai Masker

Rabu, 19 April 2023 13:35 WIB
Presiden Jokowi dalam keterangan virtual, Rabu (19/4). (Foto: YouTube)
Presiden Jokowi dalam keterangan virtual, Rabu (19/4). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi mengingatkan, penyebaran Covid saat ini mulai meningkat lagi. Namun, kita tidak perlu menyikapinya secara berlebihan.

Untuk itu, Jokowi kembali menegaskan pentingnya vaksinasi, baik vaksinasi pertama, kedua, atau booster pertama dan kedua.

"Jangan merasa aman, lalu tidak melengkapi vaksinasi yang sudah dianjurkan pemerintah," kata Jokowi.

Presiden ke-7 RI ini pun meminta siapa saja yang merasa flu atau demam, untuk memakai masker. Begitu juga mereka yang memiliki riwayat penyakit penyerta alias komorbid.

"Jika bertemu dengan lansia, sebaiknya juga menggunakan masker. Jangan lupa untuk mencuci tangan, setelah kita berkegiatan," pesan Jokowi.

Tembus 1.000

Baca juga : Akrab Banget, Jokowi Dan Ganjar Jalan Bareng Usai Shalat Jumat Di Masjid Syeikh Zayed

Sekadar latar, alarm peningkatan kasus Covid mulai berbunyi pada 14 April. Pada tanggal tersebut, jumlah kasus harian dilaporkan naik 1.017, dari 14.670 menjadi 16.926.

Terakhir kali, kenaikan kasus Covid di atas 1.000 dilaporkan pada 22 Desember 2022. 

Sementara positivity rate, konstan di atas batas aman 5 persen. Per 13 April, angkanya tercatat 6,75 persen.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril mengatakan, meski saat ini terjadi kenaikan kasus, angka kematian masih belum melebihi batas yang disyaratkan oleh WHO, atau masih di bawah 1/100.000 penduduk. Jumlah pasien yang dirawat, juga masih belum di atas 5/100.000.

"Ini menjadi catatan kita semua, sebagaimana peringatan WHO, bahwa pandemi Covid masih ada. Kemungkinan, akan terjadi kenaikan kasus karena sumber varian baru,'' jelas dr. Syahril, Senin (17/4).

Arcturus

Baca juga : Relawan Sandiaga Uno Gelar Bazar Sembako Murah Bagi Masyarakat Kalsel

Pada tanggal yang sama, dr. Syahril juga mengumumkan tambahan kasus Covid-19 sub varian Arcturus atau XBB 1.16, yang saat ini masih berstatus under monitoring alias dalam pengawasan.

Total kasus Arcturus di Indonesia kini ada 7.

"Alhamdulillah semuanya membaik dengan gejala yang ringan,'' ujar dr. Syahril.

Gejala yang ditimbulkan varian Omicron Arcturus, tidak jauh beda dengan gejala Covid sebelumnya: batuk, flu, demam, dan nyeri tenggorokan.

Namun, sejumlah negara ada yang melaporkan gejala khas berupa mata kemerahan atau konjungtivitas, dan ada kotoran.

Tes Mandiri

Baca juga : Ini Pesan Jokowi Untuk Menteri Dito

Tak hanya Covid, penularan penyakit lain pun harus diwaspadai. Sehingga, masyarakat perlu memakai masker.

Pemakaian masker direkomendasikan untuk orang-orang yang merasa sakit seperti batuk flu, serta mereka yang berdekatan dengan orang-orang yang sedang sakit.

Untuk meningkatkan pencegahan, pemerintah juga menganjurkan masyarakat melakukan tes cepat antigen mandiri. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.