Dark/Light Mode

Dorong Kerja Sama BUMN-Diaspora

Erick Optimis Produk RI Bisa Mendunia

Minggu, 2 Juli 2023 08:35 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat gudang Surya Trading yang menjual produk Indonesia di Hong Kong. (Foto: Twitter Erick Thohir)
Menteri BUMN Erick Thohir saat melihat gudang Surya Trading yang menjual produk Indonesia di Hong Kong. (Foto: Twitter Erick Thohir)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengisi agenda kunjungan kerjanya di Hong Kong dengan mampir ke gudang perusahaan importir produk asal Indonesia, Surya Trading. Dalam kunjungan itu, Erick mengaku senang banyak produk Indonesia, termasuk produk UMKM, sudah dikenal warga Hong Kong. 

Melihat peluang itu, Erick mendorong, kerja sama BUMN dengan diaspora yang ada di berbagai negara untuk membuka usaha serupa. Erick optimis dengan keuletan dan kesabaran, produk-produk asal RI bisa mendunia. 

Kunjungan kerja ke gudang Surya Trading ini terekam dalam video yang diunggah Erick di akun Instagram miliknya, kemarin. Dalam kunjungan ini, Erick tampil casual dengan kemeja lengan pendek warna hijau. Ia tak sendiri. Mantan Presiden Klub Inter Milan itu didampingi sejumlah direksi dan bankir dari BNI Cabang Hong Kong. 

Tiba di lokasi, Erick disambut pemilik Surya Trading, Sarinah Chu. Sarinah adalah warga negara Indonesia yang sudah tinggal di Hong Kong dan merintis usahanya sejak 1974. 

Sejak tahun 2000, Sarinah memulai usaha menjual produk Indonesia. Konsistensinya sudah membuahkan hasil. Kini, Sarinah sudah memiliki 13 outlet dan 200 distributor di Hong Kong. 

Ukuran gudang yang dulu kecil, sudah besar. Saat ini, Sarinah sudah memasarkan 1.000 jenis produk asal Indonesia di Hong Kong. Saking banyaknya, Sarinah bisa mengimpor produk Indonesia dua sampai tiga kontainer setiap pekan.

Baca juga : Erick Pacu Perusahaan Pelat Merah Go Global

Dalam kunjungan itu, Erick sempat berkeliling di dalam gudang Surya Trading. Ia mengamati, berbagai produk Indonesia yang tertata rapih di rak-rak. 

Sarinah lalu mengajak Erick ke salah satu sudut gudang yang sudah tertata beberapa jenis makanan ringan. Beberapa jenis makanan ringan itu adalah produk UMKM seperti keripik dan berbagai jenis kerupuk. Melihat ini, Erick tersenyum. "Nah ini salah satu kesukaan saya," kata Erick. 

Usai berkeliling, Erick mengaku, senang dengan usaha dan kegigihan Sarinah Chu. Apalagi sekitar 20 persen produknya merupakan hasil Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia, dan sisanya produk dari brand ternama.

Dari usaha ini, lanjut Erick, yang menarik adalah  brand Indonesia kini sudah dikenal di Hong Kong.  Erick menyebut, penetrasi produk Indonesia di Hong Kong terus meningkat dan mulai mendapat tempat di hati masyarakat Hong Kong. 

Erick mengatakan, usaha ini menjadi peluang bagi para diaspora lain. Saat ini, kata Erick, banyak diaspora Indonesia tersebar di berbagai negara. Di Belanda misalnya, jumlahnya mencapai dua juta. Belum lagi di Australia dan Timur Tengah. 

Ia pun menginstruksikan kepada Bank BNI agar bisa membantu produk Indonesia sehingga bisa dikenal di luar negeri. Ia pun mendorong, Bank BNI menjaring diaspora-diaspora yang ada di luar negeri dan mendorong dalam peningkatan usaha. Dengan begitu, produk Indonesia bisa mendunia.

Baca juga : Survei WI: Program Kerja Airlangga Dijempolin Kaum Perempuan Indonesia

"Jangan sampai makanan kita kalah dengan Thailand, dan Vietnam. Saya yakin makanan asal Indonesia itu lebih enak dan pasti lebih ramai pembelinya," ujarnya.  

Erick mengakui, memang tidak mudah untuk membawa makanan Indonesia ke luar negeri. Perlu kesabaran dan ketekunan panjang untuk memperluas ekspor makanan Indonesia salah satunya dengan menjaring diaspora Indonesia.

Erick menambahkan, bukan sekedar masuk ke negara lain saja, tetapi bagaimana orang luar negeri bisa familiar dengan makanan Indonesia. Misalnya dengan memperkenalkan produk-produk asal Indonesia sebagaimana yang dilakukan Thailand.

"Ini yang kita harus dorong 2-3 tahun ke depan dengan basis komunitas. Baru masuk restoran yang tinggi-tinggi, bertahap. Perlu kesabaran," jelasnya.

Sementara itu, Sarinah Chu mengaku, senang dengan kehadiran Erick. Sarinah tak menyangka gudang miliknya akan didatangi Erick mengingat skala usahanya yang masih relatif menengah. 

"Kami merasa dihargai dan diapresiasi. Terima kasih juga kepada BNI yang bisa mendorong bisnis kami berkembang," ujarnya. 

Baca juga : Bamsoet Dukung Kerja Sama Produksi Motor Listrik Indonesia-Korea

Sarinah Chu mengatakan, produk Indonesia mendapat respons yang positif di Hong Kong. Sarinah menyampaikan produk makanan dan minuman Indonesia memiliki kualitas yang dapat bersaing di pasar Hong Kong. "Kita juga memasarkan produk UMKM Indonesia, tapi kita benar-benar mencari yang kualitasnya baik dan punya standarisasi agar bisa diterima di Hong Kong," kata Sarinah. 

Bertemu Pekerja Migran

Selain mengunjungi gudang Surya Trading, Erick juga bertemu dengan para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong. Pada kesempatan itu, Erick mengatakan, bank BUMN akan mendukung permodalan buat PMI yang mau berwirausaha di Hong Kong maupun saat kembali ke Indonesia. 

Menurut Erick, ada empat sektor yang akan menjadi kunci pertumbuhan ekonomi di masa mendatang, yakni hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), industrilisasi pangan, ekonomi digital, dan industri kreatif.

Dengan jumlah penduduk yang sekitar 287 juta, Erick menyarankan, PMI di Hong Kong mulai belajar tentang usaha di sektor pangan. Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk tentu memerlukan adanya pasokan pangan yang  mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Indonesia. 

"Industri pangan harus menjadi potensi buat ibu-ibu. Kalau pulang dan mulai usaha, coba pikirkan industrialisasi pangan. Jangan hanya jual beli baju, tapi usaha pangan, percaya sama saya, nggak akan menyesal," lanjut Erick.

Menurut Erick, kesempatan PMI berwirausaha di sektor pangan terbuka lebar, baik untuk pertanian, peternakan, atau kuliner. Menurutnya, hal ini akan memberikan dampak ekonomi bagi para PMI saat sudah tidak bekerja di luar negeri. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.