Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Secara nasional, Kementan telah mengalokasikan pencegahan antraks melalui penyediaan vaksin dan operasional sebanyak 96 ribu dosis setiap tahun.
Ada juga kegiatan pengamatan dan identifikasi penyakit antraks melalui surveilans dan pengambilan sampel untuk melakukan deteksi dini.
“Kami menyediakan 110 ribu dosis vaksin untuk buffer stock pusat. Wabah penyakit hewan seperti yang terjadi di Gunung Kidul yang sebenarnya sudah ada alokasi vaksin sebelumnya tapi karena ada wabah, maka perlu perluasan vaksinasi untuk daerah-daerah yang masih bebas,” jelasnya.
Baca juga : JIS Baiknya Diserahkan Ke Persija Saja Deh...
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Imran Pambudi memastikan persediaan obat profilaksis atau antibiotik yang ditujukan kepada warga yang dinyatakan positif terpapar penyakit antraks masih aman.
“Profilaksis diberikan kepada yang ada kontak,” ungkap Imran.
Imran juga meminta masyarakat tak perlu khawatir, sebab ketersediaan antibiotik tersebut di pusat masih sangat cukup, jika di kemudian hari ditemukan kasus serupa di daerah lain.
Baca juga : Edo Kondologit: Jokowi Presiden Terbaik Dan Ada Di Hati Rakyat Papua
Selain itu, saat ini Kemenkes telah menyiagakan seluruh rumah sakit di Yogyakarta untuk mewaspadai potensi penularan antraks.
Ia merinci distribusi puskesmas dan Rumah Sakit di Kulonprogo sebanyak 31 unit, Sleman 55 unit, Bantul 47 unit, Gunung Kidul 40 unit, dan Yogyakarta 44 unit.
“Turut diberikan peningkatan kapasitas surveilans untuk deteksi dini,” ucapnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya