Dark/Light Mode

Meski Serangan Teror Turun, BNPT Di-warning Nih

Wapres: Jangan Lengah!

Sabtu, 29 Juli 2023 07:30 WIB
Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan keterangan usai menghadiri acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Jakarta, Jumat (28/7/2023). (Foto: Antara)
Wakil Presiden Ma’ruf Amin memberikan keterangan usai menghadiri acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), di Jakarta, Jumat (28/7/2023). (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Serangan aksi terorisme di Indonesia dari tahun ke tahun semakin turun. Namun jangan lengah, tetap wajib waspada.

Hal itu disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat memberi pidato sambutan pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-13 Badan Nasional Penang­gulangan Terorisme (BNPT).

Wapres mengingatkan, tu­runnya angka serangan teroris tidak boleh membuat bangsa Indonesia dan para pemangku kepentingan lengah.

BNPT mencatat bahwa angka serangan teroris per tahun turun signifikan sebesar 89 persen sejak tahun 2018 hingga 2023.

Baca juga : Mitigasi Kasus Al Zaytun, BNPT Dorong NII Masuk Daftar Organisasi Teror

“Di balik data capaian yang ada ini saya berpesan agar kita tidak lengah,” ujar Ma’ruf dalam pidatonya, kemarin sore.

Meski serangan teror tapi harus diingat bahwa bentuk pemikiran dan paham kekerasan dari pelaku terorisme masih ada.

Organisasi teror akan selalu mencari jalan untuk menyebar­kan paham mereka, terutama kepada kelompok perempuan, pemuda, dan anak-anak.

Oleh karena itu, BNPT dan pe­mangku kepentingan harus terus mencermati dan mewaspadai kondisi di lapangan.

Baca juga : Simbolon Bisa Bernapas Lega

“Seperti adanya indikasi peningkatan kategori di kalangan siswa atau generasi muda. Pertama, dari toleran menjadi in­toleran pasif, kemudian intoleran pasif menjadi aktif, dan dari in-toleran aktif menjadi terpapar,” tutur eks Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini.

Ma’ruf menyatakan, kondisi tersebut dapat menjadi bahaya jika tidak segera ditindak secara tepat dan terukur.

Sebab, Indonesia membutuh­kan generasi muda yang toleran dan inklusif untuk mencapai cita-cita Indonesia Emas pada 2045 kelak.

“Generasi muda yang bergaul luas dan mudah bekerja sama, tanpa memandang latar belakang budaya dan agama. Generasi muda yang inovatif dan kreatif, serta terbuka pada ide-ide baru,” ujar Ma’ruf.

Baca juga : Menko Airlangga: Produktivitas Harus Didorong, Bonus Demografi Jangan Sampai Gagal

Ma’ruf menuturkan, turunnya angka serangan teror merupakan buah dari upaya pencegahan aksi terorisme yang telah di­lakukan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.