Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

BNPT: Jadikan Tragedi Bom JW Marriot Sebagai Pembelajaran

Minggu, 6 Agustus 2023 23:20 WIB
Foto: BNPT
Foto: BNPT

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak para mitra deradikalisasi, penyintas, penegak hukum, dan semua pihak untuk menjadikan peristiwa tragedi bom JW Marriot sebagai pembelajaran.

Jangan sampai, tragedi itu terulang lagi di Indonesia.

"Ibarat sebuah mobil, peristiwa ini menjadi kaca spion untuk kita. Agar kita senantiasa melihat ini sebagai pembelajaran. Jangan sampai terulang, penyintas, mitra deradikalisasi, penegak hukum termasuk BNPT bersatu menyongsong hari depan," jelas Direktur Deradikalisasi BNPT Brigjen R. Achmad Nurwahid.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Peringatan 20 Tahun Tragedi Bom JW Marriot 2003 dan Bedah Buku The Power of Forgiveness di Shan Gallery Plaza Semanggi, pada Sabtu (5/8).

Baca juga : LPDP Festival 2023 Hadirkan Beragam Beasiswa, Job Fair, Hingga Hiburan

Pada kesempatan itu, mantan anggota jaringan Jemaah Islamiyah (JI) yang telah selesai menjalani program deradikalisasi, Umat Patek, mengingatkan anak muda jangan sampa terpapar dan terdoktrin untuk melakukan aksi-aksi kekerasan yang mengarah kepada teror.

“Siapa pun itu, terutama generasi muda. Jangan lakukan aksi terorisme, aksi terorisme bukan bagian dari ajaran Islam,” tegasnya.

Umar Patek pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah memaafkan dosanya ketika terlibat terorisme.

Dirinya menyebut, penerimaan maaf tersebut merupakan hal yang sangat luar biasa.

Baca juga : Bangun Jaringan 5G, Telkomsel Nggak Mau Asal Pasang

“Saya seorang yang telah melakukan kejahatan, tapi saya tetap dianggap saudara oleh kalian. Kalian mau memaafkan, ini tidak dapat diukur dengan apapun,” tutupnya.

Dalam acara ini Peringatan 20 Tahun Tragedi Bom JW Marriot 2003 dan Bedah Buku The Power of Forgiveness turut digelar acara rekonsiliasi antara penyintas dan mitra deradikalisasi.

Mewakili mitra deradikalisasi, Umar Patek menggunakan momentum ini untuk menyampaikan rasa syukurnya atas kebesaran hati penyintas memaafkannya.

Acara ditutup dengan bedah buku The Power of Forgiveness karya Tony Soemarno salah satu penyintas bom JW Marriot 2003.

Baca juga : Gardu Ganjar Meriahkan Tradisi Ngabubur Suro Bersama Warga Di Pandeglang Banten

Secara garis besar, buku ini menceritakan perjalanannya mengunjungi mitra deradikalisasi dari berbagai lapas, memaafkan dan membantu mereka menemukan jalan terang dalam hidupnya.

Tony Soemarno juga merupakan Wakil Ketua Forum Komunikasi Aktivis Akhlakulkarimah Indonesia (FKAAI), sebuah organisasi yang beranggotakan mitra deradikalisasi, penyintas dan berkolaborasi dengan BNPT.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.