Dark/Light Mode

Pesantren Punya Peran Strategis Dalam Mitigasi Perubahan Iklim

Senin, 10 Juli 2023 11:51 WIB
Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2023, di Surabaya, Minggu (9/7). (Foto: Dok. KLHK)
Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2023, di Surabaya, Minggu (9/7). (Foto: Dok. KLHK)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pesantren merupakan salah satu pihak yang mempunyai peran strategis dalam penanaman dan rehabilitasi lahan, termasuk kampanye sedekah oksigen. Hal ini diangkat dalam Indonesia Climate Change Expo and Forum (ICCEF) 2023 di Surabaya, Minggu (9/7).

Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur, Jumadi menjelaskan, pihaknya memiliki program sedekah iklim melalui berbagai kegiatan pembagian bibit, gerakan penanaman pohon, hingga rehabilitasi lahan kritis dan pelestarian ekosistem mangrove. Semua itu terus dilaksanakan setiap tahun untuk mengantisipasi isu global yaitu perubahan iklim.

"Pemerintah Daerah pun senantiasa melibatkan berbagai unsur masyarakat termasuk sejumlah pondok pesantren untuk berkolaborasi,” ucapnya, seperti keterangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang diterima RM.id, Senin (10/7).

Baca juga : Atase Pendidikan dan Kebudayaan Miliki Peran Strategis dalam Diplomasi Publik

Jumadi menjelaskan, pohon berfungsi untuk menyerap karbon dan memberikan oksigen bagi kehidupan. Gerakan rehabilitasi lahan kritis dan ekosistem mangrove melalui Surat Edaran Gubernur Jawa Timur mampu menekan lahan kritis dalam kurun 4 tahun terakhir.

“Sejumlah lahan kritis telah berhasil kita pulihkan melalui berbagai aksi nyata Pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Target ke depan, akan terus kita galakkan upaya mitigasi perubahan iklim bersama para pihak untuk terus bersama-sama melestarikan lingkungan,” ujar Jumadi.

Ustaz Syahruddin dari Universitas Darussalam Gontor mengungkapkan, terdapat 5 juta santri di seluruh Indonesia. Setiap santri dididik untuk menjadi khalifah di muka bumi di dalam mengelola alam semesta secara bijak.

Baca juga : Pameran Lukisan Dari 25 Negara Hiasi Rakernas KNPI

“Pesantren mengajarkan para santrinya untuk menjaga bumi di setiap aktivitas sehari-hari seperti menghemat air wudhu, mengolah limbah menjadi kompos, termasuk menanam dan merawat lingkungan,” terang Syahruddin.

Ketua Bidang Agama Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur Lia Istifhama turut menyoroti peran strategis santri perempuan di dalam aksi iklim. Kata dia, perempuan secara naluriah cenderung memiliki empati dan kepedulian yang lebih dibanding laki-laki pada umumnya.

"Santri perempuan memiliki potensi dan peranan yang strategis tidak hanya melakukan upaya pelestarian lingkungan secara individu, namun juga mampu mengajak teman dan keluarga untuk bertindak secara ekologis,” tutur Lia.

Baca juga : Australia Mitra Strategis ASEAN Dalam Perdagangan Dan InvestasiĀ 

Sementara itu, Adil Satria Putra, perwakilan Kelompok Muda NU, menyatakan bahwa setiap kader NU diharapkan dapat menjadi pendamping masyarakat. “Berbagai dampak kerusakan lingkungan yang kita rasakan selama ini bukanlah sebuah takdir, melainkan akibat dari perilaku masyarakat. Marilah kita mengajak setiap manusia agar lebih peduli terhadap keberlangsungan lingkungan hidup,” ujar Adil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.