Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Warga Sipil Jadi Korban Bentrok KKB Dan TNI, Ini Jawaban Menhan
Kamis, 19 September 2019 22:38 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bentrok berdarah kembali terjadi di tanah Papua. Tapi kali ini, kontak senjata yang terjadi antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dengan tim gabungan TNI-Polri terjadi di Kampung Olen, Distrik Mabugi, Selasa (17/9) dini hari lalu telah memakan korban jiwa dari warga sipil. Tiga warga meninggal, dan empat lainnya mengalami luka tembak akibat insiden tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menegaskan, pemerintah tetap tidak menarik pasukan TNI/Polri dari Bumi Cendrawasih. “Saya sudah katakan dari dulu, TNI/Polri tidak akan ditarik dari Papua. Karena sekali ditarik, Papua bisa lepas," kata Menhan usai menjadi pembicara di Seminar "Strategi Bela Negara Bagi Generasi Muda Dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 di Akademi Militer, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (19/9).
Baca juga : Abu Jenazah HS Dillon Akan Dimakamkan di TMP Kalibata, Ini Rangkaian Prosesinya
Mantan Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) itu menyarankan, terkait masalah Papua sejatinya harus diselesaikan dengan baik-baik. Sebab, kemunculan masalah di Papua ini hanya karena persoalan kesejahteraan.
"Jadi kalau kita memang harus duduk bareng, mari kita duduk, dan pikirkan bagaimana menyelesaikan masalah ini. Jangan saling mengkait-kaitkan. Itu enggak baik," ujarnya.
Baca juga : Data Jadi Komoditas Berharga Ketimbang Minyak & Tambang
Ditanya apakah akan ada penambahan prajurit TNI/Polri ke Papua. Menhan menegaskan bahwa hal tersebut adalah hal yang pasti.
"Kalau soal ada tidaknya penambahan prajurit TNI/Polri ke Papua? Pasti dong. Tapi soal peran pengerahan prajurit itu sudah saya serahkan ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto," ujarnya. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya