Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Penuhi Kebutuhan Domestik, Pemerintah Genjot Pasokan Gas

Sabtu, 26 Agustus 2023 14:33 WIB
Ilustrasi gas. (Foto: Ist)
Ilustrasi gas. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia memiliki komitmen untuk meningkatkan suplai gas demi memastikan pemenuhan kebutuhan gas nasional juga sebagai penyuplai kebutuhan gas di kawasan ASEAN. 

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Mustafid Gunawan, pada ASEAN Energy Business Forum (AEBF).

"Berdasarkan neraca gas Indonesia, bahwa permintaan gas domestik dapat terpenuhi dari suplai eksisting, suplai yang sedang berjalan, dan juga dari suplai potensial. Untuk memenuhi permintaan yang telah berkontrak, diproyeksikan akan dipenuhi dai pengembangan lapangan eksisting," ujar Mustafid, di Nusa Dua Bali, Jumat (25/8). 

Baca juga : Menteri LHK Serahkan Dokumen Pencemaran Asap Lintas Batas ASEAN

Sementara, untuk permintaan potensial maupun yang telah berkomitmen, akan didukung melalui proyek dan suplai potensial yang diperkirakan dapat on-stream sesuai jadwal. Mustafid menjelaskan,  pemanfaatan gas bumi pada 2022 didominasi oleh pemanfaatan domestik mencapai 67,2 persen, dari total gas terdistribusi sebanyak 5.474,42 BBTUD.

"Tren ini terus meningkat hingga tahun ini,” ujarnya.

Diperkirakan Indonesia akan tetap menjadi net eksportir gas bumi di masa mendatang. Namun, Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan pemanfaatan gas untuk kebutuhan domestik dan menurunkan ekspor secara bertahap untuk menjaga ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca juga : Pengkhianatan Tak Pernah Basi

Kemudian, untuk mengoptimalisasi suplai dan pemanfaatan gas selama masa transisi energi, Pemerintah Indonesia telah menyusun strategi untuk meningkatkan produksi dan cadangan gas bumi, meningkatkan ketersediaan dan memaksimalkan pemanfaatan untuk mendukung suplai gas domestik, serta menetapkan harga gas bumi yang terjangkau dan kompetitif. 

"Satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah perbaikan pada proses perizinan, terutama pada level Pemerintah Daerah. Kami juga menetapkan beberapa program untuk meningkatkan proyek gas bumi, seperti gasifikasi pada pembangkit listrik, mendukung zona industri, transmisi dan jaringan gas, serta hilirisasi gas pada industri," ujar Mustafid. 

Selanjutnya, Mustafid mengungkapkan, Pemerintah berkomitmen terhadap pengembangan gas bumi untuk transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE).

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.