Dark/Light Mode

Kongres Air Dunia Di Beijing

PUPR Komitmen Wujudkan Air Bersih Dan Sanitasi Layak

Senin, 11 September 2023 13:40 WIB
Menteri Basuki dalam pembukaan the Kongres Air Dunia/the XVIII World Water Congress di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (11/9)
Menteri Basuki dalam pembukaan the Kongres Air Dunia/the XVIII World Water Congress di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (11/9)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menekankan, pentingnya mewujudkan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDG) ke-6, yakni tercapainya Air Bersih dan Sanitasi Layak Bagi Semua di 2030. 

"Ketersediaan Sumber Daya Air (SDA) telah menjadi isu penting di seluruh dunia. Kebutuhan air global terus meningkat, namun ketersediaan dan kualitas air semakin sulit seiring dengan memburuknya lingkungan dan perubahan iklim. Untuk itu, upaya mewujudkan SDG ke-6 merupakan langkah signifikan menuju masa depan air yang berkelanjutan," kata Basuki dalam pembukaan the Kongres Air Dunia/the XVIII World Water Congress (WWC) di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok, Senin (11/9/2023). 

Baca juga : Kowarteg Ganjar Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Ratusan Warga Sampang Madura

Dikatakan Basuki, mewujudkan ketersediaan air bersih dan sanitasi layak bagi semua juga penting untuk mendukung pemberantasan kemiskinan dan kelaparan manusia di seluruh dunia. 

"Kongres Air Dunia ini dan konferensi bidang air lainnya harus mampu memperkuat dan mempertegas komitmen global dalam melakukan percepatan agenda terkait air. Lebih jauh lagi, komitmen tersebut harus mampu diterjemahkan menjadi tindakan nyata sebagai kunci mewujudkan keberlanjutan air untuk generasi masa depan," katanya. 

Baca juga : Cuaca Hari Ini Di Kota Tangerang Dominan Cerah Berawan, BMKG: Panas Tidak Hujan

Untuk itu, Menteri dari PDI Perjuangan mengatakan, pentingnya mengitegrasikan hasil pertemuan antara Kongres Air Dunia dan agenda internasional lainnya terkait SDA hingga nanti pertemuan World Water Forum ke-10 di Bali, Indonesia. 

"Kita semua di sini bukan untuk bersaing, tetapi untuk bersinergi dan saling melengkapi dari hasil-hasil pertemuan. Kita di sini tidak hanya sekedar untuk menghadiri satu konferensi ke konferensi lainnya, melainkan untuk menetapkan agenda, memobilisasi sumber daya, membangun kemitraan dan aliansi, dan mengubah ide menjadi tindakan nyata untuk menjawab tantangan dan masalah air secara kolektif di tingkat global dan lokal," kata Basuki.

Baca juga : Rayakan Hari ASEAN Bareng Presiden Sri Lanka

Basuki berharap, World Water Forum ke-10 di Bali, nanti harus dijadikan sebagai tonggak penting puncak agenda politik global di bidang Sumber Daya Air yang telah dimulai sejak World Water Forum ke-9 di Dakar pada tahun 2022, dilanjutkan pada the 4th Asia Pacific Water Summit in Kumamoto 2022, the 2nd Dushanbe Water Action Decade Conference  di Dushanbe pada 2022, the UN 2023 Water Conference di New York, dan the XVIII World Water Congress di Beijing.

"Melalui berbagai Proses World Water Forum ke-10, di antaranya Proses Politik, Tematik, dan Regional, berbagai topik penting terkait air dan tantangan secara global akan dibahas selaras dengan diskusi kongres Asosiasi Sumber Daya Air Internasional (IWRA)," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.