Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Di Rakornas Dukcapil 2023
Kemendagri Ingatkan Pesan Presiden Soal Kedaulatan Digital
Rabu, 25 Oktober 2023 15:15 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Dalam Negeri (Keemndagri) mendorong Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) daerah untuk menempatkan posisi dan peran dalam mengambil bagian dari kemajuan era digital. Salah satunya, melalui data kependudukan yang selama ini dikelola.
Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi mengatakan, hal itu selaras dengan arahan Presiden Jokowi.
"Sesuai arahan Presiden di berbagai kesempatan terkait kedaulatan digital Indonesia harus dilindungi dengan menjaga aset digital dan terus mempertahankan produk lokal di pasar digital," kata Teguh dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2023 di Palembang, Sumatera Selatan, seperti keterangan yang diterima RM.id, Rabu (25/10).
Teguh menjelaskan, Presiden menggarisbawahi era digital memerlukan kesiapan dan ketangkasan dalam menghadapi perubahan yang cepat.
Baca juga : BNI Investor Daily Summit 2023, Ini Pesan Presiden Jokowi
Data, lanjut Teguh, merupakan elemen penting dalam ekosistem digital, sehingga harus dielaborasi, dimanfaatkan, dan dilindungi dengan bijaksana. Ini adalah saat yang krusial bagi Indonesia, untuk berinovasi, beradaptasi, dan mengambil tindakan yang tepat guna meraih manfaat maksimal dari era digital yang semakin maju.
"Apa yang disampaikan Presiden tentu sangat relevan dengan tema Rakornas kita, yaitu 'Penguatan Dukcapil untuk Pelayanan Publik dan Suksesnya Pemilu Serentak 2024'," tuturnya.
Rakornas kali ini, kata Teguh, merupakan gelaran kedua di tahun 2023, dengan konsep Dukcapil PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Melayani, dan Akuntabel) sebagai landasan pelayanan Dukcapil untuk turut serta mewujudkan Indonesia Maju.
"Rakornas Dukcapil ini diselenggarakan sekaligus untuk mempersiapkan pelaksanaan Pemilu presiden, Pemilu legislatif dan Pilkada serentak yang merupakan agenda demokrasi tahun 2024 sebagai amanat konstitusi," ungkap Teguh.
Baca juga : Bisnis Lagi Lesu, Gappri Minta Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Ditunda
Di samping itu, sambung dia, Rakornas ini untuk memperkuat penyelenggaraan administrasi kependudukan (adminduk) secara nasional, baik di pusat maupun di daerah dalam mengantisipasi pelaksanaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan menghadapi isu Megatrend Global 2045.
"Dalam berbagai kesempatan, Presiden menyampaikan pentingnya peran dari data, termasuk di dalamnya data kependudukan, di era digital yang berkembang pesat saat ini," ujar Teguh.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, era digital telah mengubah lanskap ekonomi, politik, serta sosial, dan data menjadi komoditas berharga dalam ekosistem ini.
Data ini mencakup beragam informasi, seperti perilaku konsumen, akses pasar, dan mobilitas talenta digital, yang sangat penting dalam ekonomi digital yang tumbuh subur.
Baca juga : Hari Ini, Mentan SYL Temui Presiden Di Istana, Mengundurkan Diri?
Menyimak perkembangan kondisi nasional ke arah Indonesia Maju dan mengantisipasi trend-trend global 2045, Teguh menekankan, sudah saatnya pengembangan Dukcapil perlu dilakukan secara modern dan efisien sebagai bagian dari sistem tata pemerintahan Indonesia.
"Dukcapil sebagai subsistem pelayanan publik dan pelayanan pemerintahan. Dukcapil harus mampu memberi feeding yang signifikan melalui drive data policy dalam perumusan kebijakan nasional dan menjadi perekat dalam mengintegrasikan rumusan kebijakan nasional tersebut," cetusnya.
Sebagai informasi, Rakornas tersebut dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian. Sebagai apresiasi atas prestasi dan kinerja jajaran Dukcapil daerah, Mendagri juga menganugerahkan Dukcapil Awards kepada sejumlah daerah dengan kinerja terbaik.
Rakornas juga dihadiri sejumlah narasumber yang kompeten di antaranya Ketua Komisi II DPR, Ketua KPU, dan Pj. Gubernur Sumatera Selatan. Hadir pula narasumber lainnya dari Kemenkeu, Bappenas, Kementerian PAB-RB, BSSN, Kemenlu, dan para Pejabat Eselon I dan II Kemendagri. Kegiatan ini juga dihadiri 2.000 peserta secara langsung dan disediakan zoom meeting dengan kapasitas 1.000 bagi peserta daring.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya