Dark/Light Mode

Mentan Tegaskan Kebijakan Akselerasi Tanam Tekan Impor Dampak El Nino

Sabtu, 18 November 2023 16:21 WIB
Lahan rawa yang sukses diubah menjadi lahan pertanian. (Foto: Dok. Kementan)
Lahan rawa yang sukses diubah menjadi lahan pertanian. (Foto: Dok. Kementan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) fokus meningkatkan produksi berbagai komoditas strategis nasional dalam satu tahun ke depan.

Salah satunya dengan melakukan akselerasi percepatan tanam terutama pada lahan rawa yang ada di seluruh Indonesia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa program akselerasi adalah solusi pasti dalam menekan kebijakan impor yang dilakukan akibat dampak el nino beberapa bulan lalu.

Baca juga : Mentan Amran Targetkan Optimasi Lahan Rawa Naikkan Indeks Pertanaman Ogan Ilir

Dia berharap, kebijakan tersebut membuat Indonesia kembali bangkit dengan meletakan pondasi yang kuat untuk mewujudkan swasembada.

"Kebijakan akselerasi tanam ini sangat penting kita lakukan untuk menekan impor yang dilakukan akibat dampak el nino. Hari ini kita letakan pondasinya agar ke depan kita bisa swasembada," ujar Mentan di Jakarta, Sabtu (18/11/2023).

Baca juga : Kebebasan Beragama Harus Terus Dilindungi

Sebagai langkah nyata, Mentan langsung terjun ke lapangan dengan mendatangi daerah sentra di 10 hari pertama kerja.

Hal ini memberi sinyal positif bagi produksi masa tanam (MT) 1 karena petani semakin bersemangat melakukan produksi.

Baca juga : Kementan Tegaskan Keuletan Merawat Kebun Adalah Kunci Sukses Bercocok Tanam

Diketahui, Mentan telah mendatangi Provinsi Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, hingga Kalimantan Selatan untuk memastikan lahan sawah, petani dan penyuluh siap menghadapi masa tanam oktober-maret (Okmar) mendatang.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.