Dark/Light Mode

Umumkan Kabinet, Lebih Cepat Lebih Baik

Kamis, 17 Oktober 2019 08:33 WIB
Presiden Jokowi saat menerima pimpinan MPR di Istana Negara, Rabu (16/10). Pimpinan MPR Periode 2019-2024 itu datang menyampaikan undangan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, pada 20 Oktober mendatang. (Foto: IG @jokowi)
Presiden Jokowi saat menerima pimpinan MPR di Istana Negara, Rabu (16/10). Pimpinan MPR Periode 2019-2024 itu datang menyampaikan undangan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Terpilih, pada 20 Oktober mendatang. (Foto: IG @jokowi)

 Sebelumnya 
Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Moeldoko, meminta para rela wan membatalkan acara karnaval budaya untuk merayakan pelantikan.

Awalnya, sejumlah relawan Jokowi-Ma’ruf memang menyiapkan acara penyambutan di Bundaran Patung Kuda hingga Istana.

Di sana, relawan akan menyambut Jokowi. Karnaval budaya itu dimeriahkan dengan parade budaya yang menampilkan jajanan kuliner yang disajikan secara gratis.

Ketua Panitia Pelaksanaan Syukuran Inagurasi ini Andi Gani Nena Wea, yang juga Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Selain di Jakarta, acara syukuran akan digelar di Kuningan (Jawa Barat) dan Yogyakarta.

Moeldoko mengatakan, Jokowi mengapresiasi upaya relawan dan masyarakat yang ingin mengadakan syukuran. Namun, Jokowi menginginkan acara tersebut dilaksanakan secara sederhana dan khidmat.

Baca juga : Soal Susunan Kabinet, Jokowi: Muka Baru, Banyak...

Harapannya, acara yang sudah digagas relawan nantinya bisa dilaksanakan tidak secara berlebihan.

“Jadi untuk itu, tidak perlu dilakukan acara seperti yang saya sebutkan tadi, karnaval budaya dan seterusnya,” kata Moeldoko, di Gedung Bina Graha, Jakarta, kemarin.

Mantan Panglima TNI itu menegaskan, Jokowi bersama Ma’ruf Amin akan langsung bekerja setelah pelantikan. Sehingga tak perlu ada perayaan yang besar.

“Presiden ingin segera bekerja. Berbagai tantangan yang dihadapi, sehingga langsung bekerja ini yang ditunggu masyarakat,” tuturnya.

Moeldoko berharap, para relawan yang telah menyiapkan syukuran inaugurasi dapat memaklumi keputusan ini.

Baca juga : Susun Kabinet, Jokowi Diminta Tarik Lebih Banyak Kalangan Profesional

“Saya juga mengajak temanteman relawan untuk bisa pahami ini, agar teman-teman bisa disampaikan,” ucapnya.

Andi Gani menerangkan, persiapan syukuran dengan parade budaya sebenarnya sudah hampir 100 persen. Namun, ia menghormati keinginan Jokowi. Ia mengatakan, acara yang sudah disiapkan itu akan dibatalkan.

“Yang dibatalkan hanya dilakukan di Jakarta saja. Namun, daerah-daerah lain diperbolehkan tetap melakukan parade budaya,” tuturnya.

Pengamat politik dari LIPI, Prof Siti Zuhro, setuju memang pengumuman kabinet harus disegerakan. Supaya tidak ada manuver lagi dari partai-partai yang ingin mendapat jatah kursi menteri.

“Segera umumkan kabinet dan segera bekerja. Rakyat akan mendukung. Lebih cepat lebih baik,” ujarnya, tadi malam.

Baca juga : Bukan Cuma Pantai, Ini 4 Tempat Wisata Kekinian di Bali

Ia berharap, kabinet Jokowi nanti diisi lebih banyak dari kalangan profesional dibanding menteri dari partai politik. Ia menilai, kalangan profesional lebih memumpuni dalam menjalankan tugas yang diberikan lantaran tidak memiliki beban kepentingan dan campur tangan partai.

Siti menambahkan presiden juga harus memilah kalangan profesional guna menyesuaikan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi lima tahun ke depan. Salah satunya masalah ekonomi global serta peningkatan ekonomi nasional. [BCG]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.