Dark/Light Mode

Susun Kabinet, Jokowi Diminta Tarik Lebih Banyak Kalangan Profesional

Selasa, 15 Oktober 2019 16:14 WIB
Siti Zuhro (Foto: lipi.go.id)
Siti Zuhro (Foto: lipi.go.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2019-2024, urusan susunan kabinet terus jadi pembicara hangat. Jokowi sendiri sempat memberi sinyal bahwa porsi untuk menteri dari kalangan profesional adalah 55 persen, sedangkan kalangan parpol 45 persen.

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, berharap, Presiden Jokowi lebih banyak mengangkat kalangan profesional untuk menjadi menteri. "Kabinet di periode kedua Jokowi harus profesional dan tak terbebani kepentingan politik sempit," kata Siti, Selasa (15/10).

Baca juga : Penyusunan Kabinet Sudah Rampung, Jokowi Gak Pakai KPK

Dia mengutarakan, salah satu keuntungan kalangan profesional, karena akan lebih loyal ke Presiden. Sehingga tak ada tarik menarik politik.

"Loyalitasnya lebih ke Presiden. Dan tarik-tarikan politik dari partai kurang atau tak ada. Karena bukan kader," jelas Siti.

Baca juga : Resmikan Tol Langit, Jokowi Dorong Produk UMKM Ke Pasar Global

Dia juga mengingatkan, kabinet ke depan ini harus menyesuaikan dengan kebutuhan Indonesia, yang sedang menghadapi tantangan seperti masalah ekonomi global.

"Menteri-menteri yang direkrut harus kompeten dan profesional. Agar mereka mampu melakukan inovasi-inovasi yang bermanfaat," jelas Siti.

Baca juga : Gelaran Syukuran Pelantikan Jokowi Dimulai Dari Yogyakarta

Masih kata Siti, tanpa beban politik maka menteri akan fokus melaksanakan tugasnya. "(Membutuhkan) menteri-menteri yang fokus melaksanakan tugasnya dan mengedepankan kepentingan negara," pungkasnya. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.