Dark/Light Mode

Bagikan 1000 Sertipikat Di Riau

Raja Antoni: Kalau Presidennya Bukan Jokowi, Tanah Bapak-Ibu Belum Bersertipikat

Senin, 8 Januari 2024 17:51 WIB
Raja Antoni menyerahkan 1000 sertipikat tanah yang terdiri dari 500 sertipikat untuk masyarakat Kabupaten Siak dan 500 sertipikat tanah untuk masyarakat Kota Pekanbaru di Auditorium HM Zainal, Kota Pekanbaru, Senin, (8/1/2024). (Foto: Ist)
Raja Antoni menyerahkan 1000 sertipikat tanah yang terdiri dari 500 sertipikat untuk masyarakat Kabupaten Siak dan 500 sertipikat tanah untuk masyarakat Kota Pekanbaru di Auditorium HM Zainal, Kota Pekanbaru, Senin, (8/1/2024). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Raja Juli Antoni, mengatakan Presiden Jokowi telah berhasil mengakselerasi sertifikasi tanah di seluruh Indonesia. Menurutnya, telah terjadi peningkatan sebanyak 44,5 juta bidang tanah dalam 9 tahun terakhir. 

Hal tersebut disampaikan oleh Raja Antoni saat menyerahkan 1000 sertipikat tanah yang terdiri dari 500 sertipikat untuk masyarakat Kabupaten Siak dan 500 sertipikat tanah untuk masyarakat Kota Pekanbaru di Auditorium HM Zainal, Kota Pekanbaru, Senin (8/1/2024).

"Kedatangan saya kesini untuk mewakili Pak Menteri Hadi menyerahkan sertipikat Bapak/Ibu sekalian. Salam hormat dari beliau," buka Wakil Menteri ATR/BPN. 

Baca juga : Wamen ATR Raja Juli Antoni Sebut Sertipikasi Era Jokowi Naik Dua Kali Lipat

Raja Antoni menceritakan pada tahun 2014, total bidang di Indonesia yang telah tersertifikasi hanya berjumlah 46 juta bidang, padahal total bidang tanah di Indonesia berjumlah 126 juta bidang. Dengan demikian massif ada 80 juta bidang tanah yang belum tersertifikasi. 

Wakil Menteri ATR/BPN juga menyebutkan bahwa rendahnya jumlah sertifikasi tanah di era sebelum Presiden Jokowi karena saat itu sertifikasi tanah hanya mengeluarkan 500 ribu sertipikat pertahun. Sehingga perlu waktu selama 160 tahun untuk memastikan semua bidang tanah benar-benar bersertipikat. 

“Mau nunggu 160 tahun supaya sertipikatnya diterima Bapak/Ibu?,” Tanya Raja Antoni pada para penerima sertipikat.

Baca juga : Presiden Jokowi Dan PM Kishida Bahas Kelanjutan Kerja Sama Berbagai Bidang

Meski demikian, Politisi Partai Solidaritas Indonesia tersebut menjelaskan Presiden Jokowi tidak tinggal diam melihat ketertinggalan tersebut. Menurut Raja Antoni, Presiden Jokowi melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) meningkatkan sertifikasi tanah menjadi 6-7 juta per tahún. 

“Berkat program inilah percepatan sertifikasi terjadi. Kalau bukan karena program Pak Jokowi, mungkin tanah Bapak/Ibu bersertipikat,” sambung Wakil Menteri ATR/BPN.

Menurut Raja Antoni, sertipikat yang diterima juga dapat digunakan untuk agunan ke bank, sehingga apabila diantara para penerima sertipikat tersebut ada yang berkeinginan untuk membuka usaha bisa dijadikan sebagai modal. Namun Ia meminta untuk datang ke Bank yang resmi.

Baca juga : Presiden Jokowi Harap Banjir Jakarta Berkurang 62 Persen

“Kalau mau diagunkan, boleh, tapi tolong datang ke Bank yang resmi, supaya tidak terjadi masalah di kemudian hari,” kata Wakil Menteri ATR/BPN. 

Raja Antoni kemudian meminta supaya para penerima sertipikat tersebut dapat menjaga sertipikatnya dengan baik, sebab sertipikat adalah tanda bukti kepemilikan tanah. Sehingga, apabila sertipikatnya hilang, maka tanahnya pun hilang. 

“Jadi mohon dijaga betul sertipikatnya, tolong difotocopy sehingga apabila hilang, bisa diganti baru oleh Kantor Pertanahan Siak,” tutup Raja Antoni.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.