Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Dalam pertemuan tersebut, eks Dirut Angkasa Pura ll ini juga meminta dukungan Pemerintah China untuk mengundang pihak-pihak swasta agar bisa berinvestasi pada proyek-proyek perkeretaapian di kota-kota besar Indonesia, seperti Bandung, Semarang, dan Makassar.
Tak hanya di kereta, ajakan terhadap China untuk berinvestasi di bidang penerbangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penerbangan di daerah yang memiliki landasan pacu/runway yang cukup pendek, serta kerja sama peningkatan kapasitas SDM di bidang penerbangan.
Baca juga : Valverde Ogah Main Di Arab Saudi
Di sektor pelayaran, BKS juga menjajaki kerja sama di bidang peningkatan SDM melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan di bidang pelayaran.
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, pembangunan berbagai jalur kereta ini upaya yang baik untuk mendukung integrasi jalur transportasi publik, pejalan kaki, pesepeda, serta penyandang disabilitas di wilayah kota sirkular.
Baca juga : Debat Capres Ketiga, Ganjar Disebut Kuasai Panggung
“Meminimalkan penggunaan angkutan pribadi. Jadi disitu sudah jelas, tiap jalan 10 menit, dia dapat angkutan publik,” ujar Djoko.
Djoko mengatakan, rencana pembangunan berbagai jalur kereta dan ada kereta otonom ini adalah representasi dari transportasi cerdas yang cocok diterapkan di IKN.
Baca juga : Rela Kerja Tanpa Digaji
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 13/1/2024 dengan judul Garap Kereta Tanpa Rel Di IKN, Menhub Rayu China
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya