Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Dalam pertemuan tersebut, eks Dirut Angkasa Pura ll ini juga meminta dukungan Pemerintah China untuk mengundang pihak-pihak swasta agar bisa berinvestasi pada proyek-proyek perkeretaapian di kota-kota besar Indonesia, seperti Bandung, Semarang, dan Makassar.
Tak hanya di kereta, ajakan terhadap China untuk berinvestasi di bidang penerbangan, khususnya untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penerbangan di daerah yang memiliki landasan pacu/runway yang cukup pendek, serta kerja sama peningkatan kapasitas SDM di bidang penerbangan.
Baca juga : Valverde Ogah Main Di Arab Saudi
Di sektor pelayaran, BKS juga menjajaki kerja sama di bidang peningkatan SDM melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan di bidang pelayaran.
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menilai, pembangunan berbagai jalur kereta ini upaya yang baik untuk mendukung integrasi jalur transportasi publik, pejalan kaki, pesepeda, serta penyandang disabilitas di wilayah kota sirkular.
Baca juga : Debat Capres Ketiga, Ganjar Disebut Kuasai Panggung
“Meminimalkan penggunaan angkutan pribadi. Jadi disitu sudah jelas, tiap jalan 10 menit, dia dapat angkutan publik,” ujar Djoko.
Djoko mengatakan, rencana pembangunan berbagai jalur kereta dan ada kereta otonom ini adalah representasi dari transportasi cerdas yang cocok diterapkan di IKN.
Baca juga : Rela Kerja Tanpa Digaji
Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Sabtu 13/1/2024 dengan judul Garap Kereta Tanpa Rel Di IKN, Menhub Rayu China
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya