Dark/Light Mode

Bantu Kurangi Polusi Dan Kemacetan

Warga Bijak Ya Naik Transportasi Umum

Selasa, 23 Januari 2024 07:30 WIB
Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi. (Foto: Antara)
Menteri Perhubungan (Men­hub) Budi Karya Sumadi. (Foto: Antara)

 Sebelumnya 
BKS mengatakan, banyaknya pilihan transportasi massal ini berkat adanya kolaborasi para pemangku kepentingan.

Dia pun kembali mengajak masyarakat beralih dari kenda­raan pribadi ke transportasi massal.

“Kami ingin membangun bu­daya baru melalui transportasi massal,” ujar BKS.

Baca juga : Pertamina Dan Toyota Kembangkan Ekosistem Hidrogen Untuk Transportasi

Dia menerangkan, pembangunan transportasi massal perkotaan di Jabodetabek adalah upaya Pemerintah mengatasi sejumlah permasalahan.

Eks Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini mengungkapkan beberapa manfaat jika menggunakan angkutan massal. Antara lain, dapat mengurangi tingkat kemacetan, mengurangi polusi udara (ramah lingkungan) dan mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan yang sering dialami oleh pengguna kendaraan pribadi.

“Upaya kreatif dan inovatif terus kami lakukan bersama dengan Pemerintah Daerah, per­guruan tinggi, dan unsur terkait lainnya,” ungkapnya.

Baca juga : Pertamina Gandeng Toyota Kembangkan Ekosistem Hidrogen untuk Transportasi

Khusus untuk polusi, sebetulnya ada banyak faktor yang mencemari udara. Selain kenda­raan pribadi, ada pabrik, keba­karan hutan dan sebagainya.

Berdasarkan data Samsat, di Polda Metro Jaya tahun lalu tercatat ada 23 juta kendaraan beredar di Jakarta.

Dari jumlah tersebut, 78 persen merupakan sepeda mo­tor. Sepeda motor menghasilkan beban pencemaran per penumpang paling tinggi dibandingkan dengan kendaraan lainnya.

Baca juga : Gibran Blusukan ke Gang-gang di Warakas, Jakarta Utara

Kemenhub yang diberi ama­nah untuk mengelola kebijakan transportasi nasional berusaha keras memberikan solusi ter­hadap kebijakan udara bersih dengan menghadirkan berbagai layanan transportasi publik.

BKS mendorong sektor transportasi dapat berkontribusi dalam proses penurunan emisi karbon di Indonesia. Pasalnya, sektor transportasi menyumbang sekitar 50 persen dari total emisi.

“Ya memang saya prihatin transportasi berkontribusi lebih dari 50 persen-an, yang namanya motor itu lebih dari 50 persen,” terang BKS.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.