Dark/Light Mode

Soal Kinerja, Menteri Nadiem Dibela Menko Muhadjir

Jumat, 25 Oktober 2019 21:22 WIB
Sertijab Mendikbud dari Muhadjir Effendy ke Nadiem Makarim. (Foto: M. Qori/Rakyat Merdeka)
Sertijab Mendikbud dari Muhadjir Effendy ke Nadiem Makarim. (Foto: M. Qori/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy optimistis, Nadiem Makarim orang yang pas menduduki posisi Mendikbud. Hal ini menjawab keraguan beberapa pihak terhadap eks bos Gojek itu.

Menurut dia, Presiden Jokowi mempunyai pertimbangan strategi yang matang dengan memilih Nadiem untuk menduduki jabatan yang sebelumnya dipercayakan kepadanya itu. Selain itu, Presiden saat ini tengah melakukan perubahan strategi dari periode pemerintahannya yang pertama yang konsolidasi, kepada strategi kedua yang lebih ekspansif. 

Berita Terkait : Jadi Menteri, Nadiem Dapat Dukungan Praktisi Pendidikan

Karenanya, Jokowi membutuhkan dukungan dari para menteri yang memang lincah serta berenergi tinggi. “Dan saya kira itu ada di Pak Nadiem. Untuk itu, saya sangat optimistis. Sebagai Menko, saya akan terus mendukung beliau,” tegas dia saat menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan shalat Jum’at bersama Nadiem di Mesjid Baitut Tholibin Kemendikbud, Jumat (25/10).

Bahkan Muhadjir juga mengakui bahwa pada awal masa jabatannya, dia juga sempat dipandang sebelah mata dari kalangan pendidikan. “Jadi saya rasa ini saatnya Pak Mendikbud membuktikan bahwa beliau bisa melakukan, sehingga menepis anggapan semula orang-orang itu,” tandasnya.

Berita Terkait : Tak Masalah, Menteri Agama Dari Militer

Di kesempatan yang berbeda, eks Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf memandang, sosok Nadiem sebagai seorang inovator yang sangat dibutuhkan oleh bangsa ini untuk melakukan terobosan yang akan memajukan sektor pendidikan di Indonesia. “Seorang birokrat saja yang diberi tugas untuk menjawab tantangan pengangguran namun melakukannya dengan cara-cara konvensional belum tentu akan mampu. Tapi Nadiem yang memiliki perspektif yang baru, melalui Gojek, bisa mengatasinya,” ujarnya.

Dia berharap, inovasinya mampu  mengatasi stagnasi di bidang pendidikan dan kebudayaan. Namun Triawan berharap ada dukungan juga dari sistem birokrasi yang ada untuk dapat membantu Nadiem menerjemahkan ide-ide segarnya sehingga resistensi bisa minimal.

Berita Terkait : Sertijab Menperin Dihadiri Asosiasi Pengusaha

“Tapi tetap, beri dia ruang untuk berinovasi agar terobosan-terobosan yang dilakukannya mampu mendorong kemajuan sektor pendidikan dan kebudayaan serta ekonomi kreatif,” tukasnya. [DIT]